PURWOKERTO – Penyakit masyarakat (pekat) di Kabupaten Banyumas menjadi perhatian bersama. Maraknya judi online (judol) yang menyasar kalangan anak muda serta persoalan HIV/AIDS menjadi alasan perlunya upaya edukasi dan pencegahan secara berkelanjutan.
Sebagai bentuk kepedulian terhadap persoalan tersebut, Lembaga Kemaslahatan Keluarga Nahdlatul Ulama (LKKNU) bersama Lembaga Takmir Masjid Nahdlatul Ulama (LTMNU) PCNU Kabupaten Banyumas akan menggelar Seminar Pencegahan Penyakit Masyarakat pada Sabtu (3/10/2026).
Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung mulai pukul 09.00 WIB di Aula PCNU Kabupaten Banyumas.
Panitia menghadirkan dua narasumber, yakni Kasat Binmas Polresta Banyumas Kompol Sutrisno, S.H., M.H., serta Drs. Suwondo dari Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Banyumas.
Seminar ini menyasar para khatib masjid. Setiap Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) se-Kabupaten Banyumas diharapkan mendelegasikan tiga orang peserta, yang terdiri atas dua khatib masjid dan satu perwakilan LKK MWC.
Sekretaris Panitia, Achmad Farizi Azis, S.Ag., M.Pd.I., mengatakan bahwa kolaborasi tersebut dilakukan untuk memperkuat peran masjid sebagai pusat edukasi bagi masyarakat.
“Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara LKKNU dan LTMNU Kabupaten Banyumas. Kami ingin masjid menjadi garda terdepan dalam memberikan edukasi pencegahan pekat kepada jemaah dan keluarga,” kata Achmad Farizi Azis.
Ia berharap seminar tersebut dapat mendorong gerakan bersama hingga tingkat bawah untuk melindungi keluarga dan generasi muda Banyumas dari bahaya judi online serta meningkatkan kesadaran mengenai pencegahan HIV/AIDS.