BANYUMAS — Gebyar hadroh dan dakwah Empat Sekawan Daiah mewarnai Pengajian Ahad Manis Pimpinan Cabang (PC) Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Banyumas yang digelar oleh PAC Fatayat NU Ajibarang, Minggu (11/10/2026). Kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi kader sekaligus menyemarakkan Hari Santri Nasional 2026.
Pengajian tersebut diikuti pengurus dan kader Fatayat NU dari 27 kecamatan di Kabupaten Banyumas serta perwakilan badan otonom NU Kecamatan Ajibarang. Suasana pengajian semakin semarak dengan lantunan selawat dari kelompok hadroh dan penampilan Empat Sekawan Daiah Fordaf PAC Fatayat NU Ajibarang, yang terdiri atas Nyai Mutmainah, Nyai Kuni Saidah, Nyai Widad, dan Nyai Karimah.
Dalam tausiah, jamaah diajak merenungkan keterbatasan manusia, singkatnya usia, serta pentingnya mempersiapkan bekal amal untuk kehidupan akhirat. Pesan tersebut mengingatkan jamaah agar tidak terjebak pada kesombongan maupun berlebihan dalam mengejar urusan dunia.
Salah satu pesan yang disampaikan merujuk pada Surah Ali ‘Imran ayat 185, yang menegaskan bahwa setiap makhluk bernyawa akan merasakan kematian. Kesadaran tersebut diharapkan mendorong umat Islam untuk memperbanyak amal saleh, menjaga akhlak, dan memberikan manfaat bagi sesama.

Kegiatan ini juga menjadi momentum untuk menguatkan peran perempuan dalam dakwah dan kehidupan bermasyarakat. Melalui kegiatan keagamaan, seni hadroh, dan pengajian, kader Fatayat NU turut menjaga tradisi keislaman sekaligus mempererat hubungan antaranggota.
Semangat tersebut sejalan dengan peringatan Hari Santri Nasional yang jatuh setiap 22 Oktober. Nilai-nilai kesantrian tidak hanya diwujudkan melalui kegiatan seremonial, tetapi juga melalui pendidikan, dakwah, penguatan akhlak, dan pengabdian kepada masyarakat.
Pengajian Ahad Manis di Ajibarang menjadi salah satu ruang bagi kader Fatayat NU untuk memperkuat ukhuwah dan menumbuhkan semangat berkhidmah kepada agama, bangsa, dan masyarakat menjelang Hari Santri Nasional 2026.