PURWOKERTO – Toga yang telah disiapkan untuk hari wisuda seharusnya menjadi simbol kebahagiaan bagi Kevin Duta Justisia, S.Pd. Lulusan Program Studi Pendidikan Sejarah, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) itu telah menyelesaikan perjalanan akademiknya dan meraih gelar Sarjana Pendidikan.
Namun, Kevin meninggal dunia sebelum sempat mengikuti prosesi wisuda. Di tengah persiapan perayaan kelulusan, keluarga dan civitas akademika UMP justru harus melepas kepergiannya untuk selama-lamanya.
Potret Kevin mengenakan toga kemudian menjadi salah satu kenangan atas perjalanan akademik yang telah diselesaikannya. UMP menyampaikan penghormatan melalui pesan, “Selamat Jalan Sang Wisudawan. Alm. Kevin Duta Justisia, S.Pd. Kenanganmu Akan Selalu Bersama Kami.”
Kepergian Kevin juga meninggalkan duka bagi teman-teman dan orang-orang yang selama ini menjalani perjalanan akademik bersamanya. Meski tidak sempat hadir secara langsung dalam momentum wisuda, gelar S.Pd. yang telah diraihnya menjadi bagian dari pencapaian akademik yang telah dituntaskan.
Duka Keluarga Besar UMP

Rektor UMP Prof. Dr. Jebul Suroso menyampaikan duka cita atas meninggalnya Kevin. Ia menyebut Kevin sebagai bagian dari keluarga besar UMP yang telah menyelesaikan perjuangan akademiknya.
“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Atas nama keluarga besar Universitas Muhammadiyah Purwokerto, kami menyampaikan duka cita yang mendalam atas berpulangnya Kevin Duta Justisia. Kevin telah menyelesaikan perjuangan akademiknya dan menjadi bagian dari keluarga besar UMP. Kami mendoakan semoga seluruh amal kebaikannya diterima Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta ketabahan,” ujar Prof. Dr. Jebul Suroso.
Menurut Jebul, kampus tidak hanya menjadi tempat mahasiswa memperoleh ilmu dan gelar, tetapi juga menjadi ruang terbentuknya hubungan dan kenangan antara mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, serta teman seperjuangan.
“Setiap mahasiswa memiliki cerita dan meninggalkan jejak di kampus ini. Ada persahabatan, perjuangan, cita-cita, dan kenangan yang dibangun bersama. Karena itu, ketika salah satu keluarga kita berpulang, dukanya juga menjadi duka keluarga besar UMP,” katanya.
Jebul berharap pencapaian akademik Kevin tetap menjadi kebanggaan bagi keluarga. Perjuangannya hingga meraih gelar sarjana, menurut dia, menjadi bagian dari jejak kehidupan yang akan terus dikenang.