Mahasiswa FTIK UIN Saizu Berpeluang Punya Website Pribadi Gratis, Ini Manfaatnya

PURWOKERTO – Mahasiswa Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto berpeluang mengembangkan website pribadi secara gratis. Gagasan tersebut dibahas dalam pertemuan antara jajaran pimpinan FTIK dan perwakilan WordPress Banyumas, Arif Burhanudin, pada Oktober 2026.

Pertemuan tersebut dihadiri Dekan FTIK Prof. Dr. Fauzi, M.Ag., Wakil Dekan I Prof. Dr. Suparjo, M.Ag., Wakil Dekan III Prof. Dr. Subur, M.Ag., Kasubag TU FTIK, serta Arif Burhanudin sebagai perwakilan WordPress Banyumas.

Website pribadi berpotensi menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menampilkan karya tulis, hasil penelitian, pengalaman organisasi, proyek perkuliahan, hingga kompetensi sesuai bidang keilmuan. Jika direalisasikan, program ini dapat membantu mahasiswa membangun portofolio digital sejak masih menempuh pendidikan.

Dekan FTIK UIN Saizu, Prof. Dr. Fauzi, M.Ag., menilai penguatan kompetensi digital penting untuk mendukung kesiapan mahasiswa menghadapi perubahan kebutuhan dunia kerja. Selain menguasai ilmu sesuai bidangnya, mahasiswa juga perlu mengembangkan keterampilan praktis dan menunjukkan hasil karyanya kepada publik.

“Mahasiswa perlu memiliki nilai tambah yang membedakan mereka ketika memasuki dunia profesional. Selain penguasaan ilmu sesuai bidangnya, keterampilan digital dan kemampuan menunjukkan hasil karya menjadi bekal penting untuk terus berkembang,” ujar Fauzi.

Perwakilan WordPress Banyumas, Arif Burhanudin, turut membahas potensi penggunaan website sebagai sarana bagi mahasiswa untuk berkarya dan memperkenalkan kemampuan mereka kepada masyarakat luas. WordPress dapat menjadi salah satu alternatif untuk mempelajari pengembangan website sekaligus pengelolaan konten digital secara mandiri.

Selain peluang penyediaan website pribadi, pertemuan tersebut juga membahas gagasan proyek yang melibatkan mahasiswa FTIK. Pendekatan berbasis proyek diharapkan dapat memberikan pengalaman belajar yang lebih aplikatif, sehingga mahasiswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga berkesempatan mengembangkan produk digital. Rencana tersebut masih memerlukan pembahasan dan tindak lanjut.

Bagi mahasiswa, website pribadi dapat dimanfaatkan sebagai portofolio profesional, media berbagi pengetahuan, sarana membangun personal branding, serta tempat mendokumentasikan perjalanan akademik dan kreativitas selama kuliah.