TANJUNG PRIOK – Rombongan Madrasah Diniyah Salafiyah Syafi’iyah Al-Ittihaad 2 Pasir Lor, Kecamatan Karanglewas, Kabupaten Banyumas, bersilaturahmi dengan Rais Syuriyah PBNU KH Zulfa Mustofa di kediamannya di Warakas, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Sabtu (17/10/2026). Dalam pertemuan tersebut, rombongan menyampaikan undangan agar KH Zulfa Mustofa berkenan mengisi pengajian dalam rangkaian Imtihan 2027.
Rombongan dipimpin Ust. Amin Supangat bersama sejumlah pengurus dan guru madrasah, di antaranya H. Supriyanto, H. Asdarianto, Ust. Desli, Kepala Madrasah Ust. Jamil, Gus Rahmat, Ust. Aqin, Ketua Panitia Imtihan 2027 Ust. Fajar Santoso, serta Gus Lutfi, Ust. Arul, jajaran panitia, dan awak media.
Rombongan berangkat dari Madrasah Al-Ittihaad 2 Pasir Lor pada Jumat (16/10/2026) malam. Sebelum bersilaturahmi, mereka menunaikan salat Subuh dan berziarah ke kawasan Keramat Mbah Priok.
Kedatangan rombongan disambut hangat oleh KH Zulfa Mustofa. Dalam kesempatan itu, Ust. Amin Supangat menyampaikan salam dari Ketua Pengurus Madrasah, KH M. Ali Sodikin, yang belum dapat hadir karena kondisi kesehatannya kurang fit. Ia juga menyampaikan maksud kedatangan rombongan untuk memohon nasihat dan doa sekaligus mengundang KH Zulfa Mustofa dalam pengajian rangkaian Imtihan 2027 yang dijadwalkan pada Ahad malam, 31 Januari 2027.
KH Zulfa Mustofa merespons undangan tersebut secara positif dan menyatakan insyaallah bersedia hadir. Ia juga berpesan agar keluarga besar madrasah tetap bersemangat dalam menjalankan perjuangan pendidikan dan dakwah, termasuk di lingkungan masyarakat yang bukan mayoritas Nahdlatul Ulama (NU).
“Ya, yang semangat dalam berjuang, berkhidmat di madrasah. Walaupun misalnya di tengah-tengah warga yang bukan mayoritas NU, justru di situ tantangannya, bisa menjelaskan indahnya Ahlusunah wal Jamaah An-Nahdliyah itu kepada yang di luar NU itu indah,” tutur KH Zulfa Mustofa.
Ia juga menekankan pentingnya menerapkan prinsip tawasuth atau moderasi dan tasamuh atau toleransi dalam kehidupan bermasyarakat. Menurut pesan yang disampaikannya, komunikasi dan hubungan baik dengan kelompok lain, termasuk warga Muhammadiyah, perlu terus dirawat agar perbedaan tidak menjadi penghalang persaudaraan.
Pertemuan ditutup dengan doa bersama dan foto kenangan. Doa tersebut menjadi bagian dari harapan agar keluarga besar madrasah senantiasa memperoleh keberkahan, menjaga persatuan, dan diberi kekuatan dalam menjalankan pengabdian.
Silaturahmi ini diharapkan menjadi penyemangat bagi keluarga besar Al-Ittihaad 2 Pasir Lor untuk terus mengembangkan pendidikan keagamaan, membina santri, serta menjalankan dakwah dengan akhlak yang santun dan penuh toleransi. Selain mempererat hubungan dengan ulama, pertemuan tersebut juga menjadi momentum untuk memperkuat komitmen madrasah dalam menanamkan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah dan kebangsaan.