JATILAWANG, purwokerto.info – Gedung baru dua lantai SMP dan SMA BS Queen Bumi Al Falah tak hanya menjadi ruang belajar. Pada Festival Hadroh dan Sholawat, gedung tersebut berubah menjadi ruang perjumpaan, tempat lantunan sholawat, rebana dan semangat memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW serta Hari Santri Nasional 2026 berpadu.
Kegiatan berlangsung dengan nuansa religius yang kental, Ahad (27/9/2026). Para peserta tampil membawa karakter kelompok masing-masing, sementara lantunan hadroh mengisi ruang kegiatan yang berada di pusat pendidikan Queen Bumi Al Falah.
Pendiri SMP dan SMA BS Queen Bumi Al Falah, H Agus Abdu Munif atau Gus Munif, menyebut pemanfaatan gedung dua lantai tersebut menjadi salah satu hal yang disyukuri dalam rangkaian kegiatan. Baginya, keberadaan fasilitas pendidikan tersebut merupakan bagian dari ikhtiar mengembangkan pendidikan di lingkungan Queen Bumi Al Falah.
“Alhamdulillah, gedung SMP dan SMA dua lantai sudah bisa dimanfaatkan. Tentu kami berterima kasih kepada semua pihak yang selama ini ikut membantu sampai kegiatan dan pembangunan ini bisa berjalan,” kata Gus Munif.
Festival tersebut diikuti 11 grup dari unsur Fatayat/Muslimat dan enam grup kategori Madin, TPQ serta SD/MI. Selain menjadi kompetisi, pertemuan tersebut memperlihatkan bagaimana seni hadroh dan sholawat tetap menjadi bagian penting dalam ekspresi keagamaan masyarakat.
Kepala SMP Queen Bumi Al Falah, Eko Waluyo, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi bagian dari semangat menyemarakkan momentum keagamaan. Kehadiran peserta dari berbagai lembaga juga membuat festival terasa sebagai ruang silaturahmi antarkelompok dan generasi.
“Festival ini menjadi momentum untuk bersama-sama menyambut Maulid Nabi dan Hari Santri. Mudah-mudahan kegiatan seperti ini terus memberikan semangat bagi anak-anak dan masyarakat untuk mencintai sholawat serta nilai-nilai yang diajarkan Rasulullah,” ujarnya.
Festival dibuka secara simbolis oleh KH Ahmad Sobri, pendiri dan pengasuh Pondok Pesantren Al Falah Mangunsari, Jatilawang. Tiga juri, Ustadz Marzuki, Ustadz Soim dan Ustadzah Asoriyah, kemudian menilai penampilan peserta hingga menghasilkan para juara, yakni SD Islam Masyitoh Kroya, TPQ Assalafiyah Sidaurip Kawunganten dan TPQ Al Falah Kalitapen untuk kategori Madin/TPQ/SD-MI, serta Baitusholawat (BTS) Ajibarang, Azzahrani Fatayat Gumelar dan Hidayatussalam Fatayat Tinggarjaya untuk kategori Muslimat/Fatayat.