GAMMA UNIKMA 2026 Hadirkan Mahasiswa Asing, Bahas Toleransi Global di Era Digital

CILACAP — Universitas Komputama (UNIKMA) Cilacap, Jawa Tengah, memulai rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) melalui Gerbang Akademik Mahasiswa Komputama (GAMMA) 2026. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, Senin hingga Rabu (28–30 September 2026), tersebut mengusung tema “Membangun Budaya Toleransi Global di Era Digital”.

Pada hari pertama, Senin (28/9/2026), GAMMA 2026 menghadirkan sesi “International Guest Star” di Auditorium Kampus Pusat UNIKMA, Cimanggu, Cilacap. Sesi tersebut menghadirkan tiga mahasiswa asing yang tengah menempuh pendidikan di Indonesia, yakni Nizar Ibrahim dari Filipina, Muhammad Ndow dari Gambia, dan Yany Tulnasiet dari Kamboja.

Wakil Rektor UNIKMA Cilacap, Kusnana, M.Kom., mengatakan kehadiran mahasiswa asing tersebut bertujuan memperluas wawasan mahasiswa baru sekaligus mengenalkan perspektif mengenai kehidupan beragama di berbagai negara.

“Konsen yang didiskusikan adalah bagaimana kehidupan beragama di Indonesia dibandingkan dengan negara asal mereka. Ada beberapa hal yang menurut mereka menarik untuk menjadi bahan penelitian ketika melihat kehidupan umat Islam di Indonesia,” jelas Kusnana.

Dalam sesi tersebut, ketiga mahasiswa asing membagikan pandangan mengenai kehidupan beragama di Indonesia berdasarkan pengalaman dan pengamatan mereka.

Nizar Ibrahim asal Filipina, misalnya, menyampaikan apresiasinya terhadap penggunaan hijab yang umum dijumpai di kalangan perempuan muslim di Indonesia. Menurutnya, kondisi tersebut berbeda dengan pengalaman yang ia temui di Filipina.

Sementara itu, Muhammad Ndow menyoroti keberadaan fasilitas tempat ibadah umat Islam di Indonesia yang menurutnya mudah ditemukan di berbagai lokasi, termasuk kawasan perkantoran dan fasilitas umum. Ia membandingkan kondisi tersebut dengan situasi yang ia temui di Gambia.

Pandangan mengenai kehidupan umat Islam di Indonesia juga disampaikan Yany Tulnasiet dari Kamboja. Sebagai bagian dari komunitas muslim di Kamboja, ia menilai keberadaan fasilitas dan kehidupan keagamaan di Indonesia menjadi salah satu hal yang menarik untuk diperhatikan.

Kusnana kemudian menyampaikan salah satu hal yang menjadi perhatian Yany, yakni sistem ketatanegaraan Indonesia. Menurutnya, meskipun mayoritas penduduk Indonesia beragama Islam, agama tidak dijadikan sebagai asas negara dalam penyelenggaraan pemerintahan.

Perspektif tersebut menjadi bagian dari diskusi mengenai toleransi yang dibangun dalam GAMMA 2026. Pesan tersebut dirangkum melalui tema, “Toleransi hari ini, masa depan yang lebih inklusif besok”.

Pendaftar Mahasiswa Baru Meningkat

Selain membahas toleransi global, Kusnana menyampaikan perkembangan penerimaan mahasiswa baru UNIKMA tahun akademik 2026/2027. Ia mengatakan jumlah pendaftar mengalami peningkatan hingga lebih dari 100 persen dengan total sekitar 400 pendaftar.

Mahasiswa baru tersebut tersebar di tiga fakultas dengan tujuh program studi. Fakultas Sains dan Teknologi menaungi Program Studi Sistem Informasi, Teknik Informatika, dan Teknologi Informasi.

Fakultas Pendidikan dan Ilmu Sosial memiliki Program Studi Pendidikan Matematika dan Bisnis Digital. Sementara itu, UNIKMA juga memperkenalkan Fakultas Agama Islam yang menaungi Program Studi Pendidikan Agama Islam serta Komunikasi dan Penyiaran Islam.

Kehadiran mahasiswa dari berbagai latar belakang dalam GAMMA 2026 menjadi bagian dari upaya UNIKMA memperkenalkan lingkungan akademik yang terbuka terhadap perspektif global kepada mahasiswa baru.