CILACAP, purwokerto.info – Semangat membangun budaya membaca dan menulis semakin menguat di Kabupaten Cilacap. Hal itu terlihat dalam Seminar Literasi dan Launching Komunitas Literasi Qalam Hawa di Karangpucung, Minggu (19/7/2026), yang diikuti sekitar 100 peserta dari berbagai latar belakang. Antusiasme masyarakat mendapat apresiasi langsung dari Camat Karangpucung, Syihabur Ridho, yang menyatakan dukungan penuh terhadap lahirnya komunitas literasi tersebut.
Kegiatan yang berlangsung sejak pagi itu dihadiri pelajar, mahasiswa, guru, pegiat literasi, organisasi perempuan, hingga masyarakat umum. Selain menjadi ajang peluncuran komunitas, seminar juga menghadirkan materi tentang pentingnya budaya membaca, menulis, serta pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) secara bijak dalam mendukung produktivitas literasi.
Camat Karangpucung, Syihabur Ridho, menilai kehadiran Komunitas Literasi Qalam Hawa menjadi langkah positif dalam membangun kualitas sumber daya manusia melalui budaya literasi. Menurutnya, gerakan membaca dan menulis harus terus diperluas karena menjadi fondasi penting dalam menciptakan masyarakat yang kritis, kreatif, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
“Pemerintah Kecamatan Karangpucung mengapresiasi lahirnya Komunitas Literasi Qalam Hawa. Ini bukan hanya menjadi kebanggaan Karangpucung, tetapi juga menjadi modal penting untuk membangun budaya belajar di tengah masyarakat. Kami berharap komunitas ini terus berkembang dan mampu melahirkan karya-karya yang menginspirasi,” ujar Syihabur Ridho.
Ketua Komunitas Literasi Qalam Hawa, Sindi Septiani, mengatakan komunitas yang dipimpinnya lahir sebagai ruang kolaborasi bagi siapa saja yang ingin bertumbuh melalui budaya membaca, menulis, dan berdiskusi. Menurutnya, literasi harus menjadi gerakan bersama yang mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat, khususnya generasi muda dan perempuan.
“Qalam Hawa hadir bukan sekadar mengumpulkan orang yang suka menulis, tetapi membangun ekosistem literasi yang saling menguatkan. Kami ingin setiap anggota memiliki keberanian untuk berkarya, menyampaikan gagasan, serta memanfaatkan teknologi secara cerdas agar literasi semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari,” kata Sindi.
Seminar berlangsung interaktif dengan berbagai sesi diskusi yang membahas tantangan literasi di era digital. Para peserta juga diajak memahami bahwa kecerdasan buatan bukan pengganti kreativitas manusia, melainkan alat yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas belajar dan produktivitas menulis.
Kehadiran sejumlah tokoh daerah, termasuk Anggota DPRD Kabupaten Cilacap Mitra Patriasmoro dan Haji Ahmad, semakin menegaskan besarnya dukungan lintas sektor terhadap gerakan literasi yang baru tumbuh di Karangpucung. Sinergi tersebut diharapkan menjadi energi bagi Qalam Hawa untuk terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas.
Dengan peluncuran Komunitas Literasi Qalam Hawa, Karangpucung kini memiliki ruang baru bagi tumbuhnya budaya membaca dan menulis. Semangat kolaborasi yang tercipta dalam seminar tersebut diharapkan menjadi awal lahirnya generasi yang lebih gemar membaca, produktif berkarya, dan mampu menghadirkan gagasan-gagasan yang bermanfaat bagi masyarakat.