UPL MPA Unsoed Terlibat Operasi SAR Mandiri Pencarian Pendaki Hilang di Gunung Slamet

PURWOKERTO, Purwokerto.info – Unit Pandu Lingkungan Mahasiswa Pecinta Alam (UPL MPA) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) turut ambil bagian dalam operasi Search and Rescue (SAR) mandiri pencarian pendaki yang dilaporkan hilang di Gunung Slamet, atas nama Syafiq Ridhan Ali Razan (18). Keterlibatan tersebut menjadi wujud nyata kontribusi mahasiswa dalam misi kemanusiaan dan pengabdian kepada masyarakat.

Operasi SAR pertama dilaksanakan pada 6–8 Januari 2026, bekerja sama dengan tim Wanadri Bandung. Dalam operasi ini, UPL MPA Unsoed mengerahkan lima relawan sebagai Search and Rescue Unit (SRU) lapangan yang bertugas di jalur Gunung Malang, salah satu jalur ekstrem di kawasan Gunung Slamet.

Kelima relawan tersebut adalah:

Dimas Wishal Al-Ghifari (FEB) – NRP.UPL-2023501 / Elang Kelabu

Habib Manarul Huda (Faperta) – NRP.UPL-2025534 / Igir Samudra

Indra Kurnia Wicaksono (Fakultas Hukum) – NRP.UPL-2023504 / Elang Kelabu

Ali Sabab Izzul Abi (FPIK) – NRP.UPL-2024516 / Elang Kelabu

Zebi Femi Ibrahim Aryanto (Faperta) – NRP.UPL-2025531 / Igir Samudra

Selanjutnya, pada operasi SAR mandiri kedua yang dimulai 10 Januari 2026, UPL MPA Unsoed kembali menurunkan personel tambahan, yakni:

Abdul Kholik Djaelan – NRP.UPL-2013385 / Banyu Mandala

Agus Ariyanto – NRP.UPL-2003288 / Cakra Bayu

Operasi SAR kedua ini dilaksanakan setelah tim Wanadri menggali informasi lanjutan dari rekan pendaki survivor sebagai bahan asesmen dan pemetaan pencarian. Dalam pelaksanaannya, UPL MPA Unsoed tergabung dalam Tim Gabungan yang terdiri dari berbagai elemen pecinta alam dan relawan, antara lain:

Wanadri, APGI, OPA Mayapada Purwokerto, UPL MPA Unsoed, Wikupala, Mapala Kanpas, Mapala Batik, serta Komunitas RAPI.

Tim gabungan menggunakan sejumlah peralatan dan perlengkapan milik Universitas Jenderal Soedirman, dengan dukungan penuh dari pihak kampus. Dukungan tersebut merupakan bentuk komitmen institusi dalam mengamalkan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada aspek pengabdian kepada masyarakat.

Setelah melalui proses pencarian yang berlangsung selama 17 hari, korban atas nama Syafiq Ridhan Ali Razan akhirnya ditemukan pada Rabu, 14 Januari 2026, pukul 10.49 WIB, dalam kondisi meninggal dunia. Lokasi penemuan berada di lereng selatan Gunung Slamet, tepatnya di antara jalur Gunung Malang dan Baturraden.

Menanggapi peristiwa tersebut, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Unsoed, Prof. Dr. Norman Arie Prayogo, P.Si., M.Si., menyampaikan apresiasi sekaligus duka cita mendalam.

“Kami menyampaikan duka cita yang sedalam-dalamnya atas wafatnya Almarhum Syafiq Ridhan Ali Razan. Semoga Almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta keikhlasan. Keterlibatan mahasiswa UPL MPA Unsoed dalam operasi SAR ini merupakan bentuk kontribusi nyata dan berdampak dari mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman dalam membantu penyelesaian persoalan di masyarakat. Kami mengapresiasi setinggi-tingginya kegigihan, keberanian, dan ketulusan anak-anak UPL yang telah berjuang di lapangan demi misi kemanusiaan. Ini adalah wujud pengamalan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang sesungguhnya,” ujarnya.

Secara terpisah, keluarga besar UPL MPA Unsoed juga menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas wafatnya Almarhum Syafiq Ridhan Ali Razan. Mereka mendoakan agar Almarhum diampuni segala dosanya serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan, kekuatan, dan keikhlasan dalam menghadapi cobaan ini.

Keterlibatan UPL MPA Unsoed dalam operasi SAR ini kembali menegaskan peran strategis mahasiswa sebagai agen kemanusiaan yang tidak hanya hadir di ruang akademik, tetapi juga terjun langsung membantu masyarakat dalam situasi darurat.