UIN Saizu dan Kedutaan Afghanistan Bahas Mahasiswa Asing, Imigrasi, dan Kerja Sama Akademik

PURWOKERTO – Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto terus memperkuat jejaring internasional. Salah satunya diwujudkan melalui kunjungan resmi ke Kedutaan Besar Afghanistan yang berlangsung pada hari Selasa (14/1/2026).

Kunjungan tersebut dipimpin langsung Rektor UIN Saizu, Prof. Ridwan didampingi Direktur International Office Dr. Mohamad Sobirin serta Dekan Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Humaniora (FUAH), Dr. Hartono. 

Rombongan UIN Saizu diterima oleh Deputy Head of Mission sekaligus Head of Educational Affairs Kedutaan Besar Afghanistan, Mr. Qais Barakzai yang mewakili Duta Besar Afghanistan yang berhalangan hadir karena udzur.

Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas sejumlah isu strategis, terutama yang berkaitan dengan keberadaan mahasiswa Afghanistan di UIN Saizu. Salah satu agenda utama adalah pembahasan mekanisme keimigrasian, khususnya terkait calling visa.

Kedutaan Besar Afghanistan berencana memberikan surat garansi kepada mahasiswa Afghanistan yang menempuh studi di UIN Saizu. Langkah ini dinilai penting untuk memperkuat aspek administratif sekaligus memberikan perlindungan hukum bagi mahasiswa asing.

Selain isu imigrasi, pertemuan juga menyoroti pentingnya verifikasi dokumen calon mahasiswa Afghanistan. Hal ini menyusul ditemukannya beberapa kasus dokumen tidak valid atau fraud dalam proses pendaftaran.

Melalui keterlibatan langsung pihak Kedutaan Besar Afghanistan, UIN Saizu berharap proses seleksi mahasiswa asing dapat berjalan lebih kredibel, transparan, dan akuntabel.

Di bidang akademik, UIN Saizu dan Kedutaan Besar Afghanistan turut membahas peluang kerja sama internasional, mulai dari program student exchange hingga research collaboration. Rencana kerja sama ini akan diawali dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU).

Proses fasilitasi awal MoU direncanakan dilakukan melalui pertemuan daring dengan dukungan Kedutaan Besar Afghanistan. Salah satu perguruan tinggi yang dinilai potensial untuk menjalin kerja sama adalah Kabul University.

Rektor UIN Saizu Prof. Ridwan menegaskan komitmen institusinya dalam mengembangkan kolaborasi global. “UIN Saizu berkomitmen memberikan layanan akademik dan perlindungan administratif yang optimal bagi mahasiswa asing, sekaligus membuka ruang kolaborasi akademik dan riset yang saling menguntungkan dengan perguruan tinggi di Afghanistan,” ujarnya.

Melalui pertemuan ini, UIN Saizu berharap dapat meningkatkan kualitas layanan mahasiswa internasional, memperluas jejaring global, serta mendorong kerja sama akademik lintas negara yang berkelanjutan.