BREBES — Seorang warga Desa Galuh Timur, Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes, diduga hilang di kawasan Hutan Makamdawa. Informasi tersebut diterima Unit Siaga SAR (USS) Brebes sebagai kondisi membahayakan manusia (KMM), sehingga upaya pencarian dan pertolongan segera dilakukan oleh tim SAR gabungan.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Cilacap, M. Abdullah, menjelaskan bahwa peristiwa bermula pada Minggu (18/1/2026) sekitar pukul 10.00 WIB. Survivor diketahui keluar rumah dan menuju arah hutan. Menurut keterangan keluarga, yang bersangkutan memiliki kebiasaan berjalan ke hutan tanpa tujuan serta terdapat indikasi gangguan pikiran kosong dan riwayat epilepsi.
“Pada pukul 14.00 WIB, dua orang saksi sempat melihat survivor berada di area hutan perbatasan dengan Dukuh Makamdawa. Hingga pukul 20.54 WIB, keluarga dan warga sekitar telah melakukan pencarian secara mandiri, namun belum membuahkan hasil,” ungkap Abdullah.
Karena belum ditemukan, perangkat Desa Galuh Timur kemudian menghubungi Unit Siaga SAR Brebes untuk meminta bantuan pencarian.
Identitas warga yang diduga hilang diketahui bernama Sumyati (49), beralamat di Desa Galuh Timur, Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Kantor SAR Cilacap melalui USS Brebes pada Senin (19/1/2026) pukul 00.14 WIB mengirimkan satu tim rescuer ke lokasi kejadian. Tim dilengkapi dengan peralatan pencarian seperti alat navigasi, peralatan mountaineering, perlengkapan medis, serta alat komunikasi.
“Sekitar pukul 02.15 WIB, tim rescue tiba di lokasi, melakukan koordinasi dengan para pemangku kepentingan setempat, melaksanakan asesmen lapangan, serta menyusun rencana pencarian,” tambah Abdullah.
Pencarian dilanjutkan pada Senin pagi. Pada pukul 08.00 WIB, tim SAR gabungan menggelar briefing dan membagi personel menjadi tiga Search and Rescue Unit (SRU) untuk menyisir area hutan dan jalur-jalur yang diduga dilalui survivor.
Namun, upaya pencarian sementara harus dihentikan akibat kondisi cuaca hujan yang menghambat jarak pandang dan keselamatan tim. Pencarian direncanakan akan kembali dilanjutkan pada hari berikutnya, dengan melibatkan unsur SAR, TNI-Polri, pemerintah desa, serta relawan dan masyarakat setempat.
Pihak SAR mengimbau warga yang beraktivitas di sekitar kawasan hutan agar turut memberikan informasi apabila melihat atau menemukan tanda-tanda keberadaan survivor, demi mempercepat proses pencarian dan evakuasi.
