PURWOKERTO — Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) menjadi sorotan dalam kunjungan kerja Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas, Prof. Dr. Ir. Rachmat Pambudy, M.S., Jumat (23/1). Di lantai 3 Rektorat Unsoed, sang menteri disambut langsung Rektor Prof. Dr. Ir. Akhmad Sodiq, M.Sc.Agr., IPU., ASEAN Eng., bersama jajaran pimpinan universitas.
Di hadapan rombongan, Rektor memaparkan potret institusi yang kini berstatus terakreditasi Unggul dengan 105 program studi, termasuk 7 prodi berakreditasi internasional, 61 prodi Unggul, dan 2 prodi berakreditasi A. Unsoed menaungi 35.002 mahasiswa, di antaranya 218 mahasiswa internasional, dengan dukungan 1.353 dosen—139 di antaranya profesor—serta 1.149 tenaga kependidikan.
Namun sorotan utama tertuju pada deretan inovasi riset Unsoed yang dirancang menjawab tantangan ketahanan pangan dan energi nasional. Mulai dari Unsoed Closed House dan kandang ayam petelur Merah Putih, pengembangan klaster sapi potong melalui Sapi Amanah Farm, hingga teknologi pertanian presisi seperti Smart Greenhouse IoT-PLTS dan sistem fertigasi otomatis berbasis IoT.
Di sektor benih dan pangan, Unsoed memperkenalkan Pearl Millet, Padi Protani, Padi Inpari Unsoed 79 Agritan, Kedelai Garuda Merah Putih, serta nutrisi aeroponik benih kentang. Ada pula inovasi hilirisasi seperti Mocaf, pengawet alami kecombrang, Tangkis (pengawet nira), Nanoenkapsulator, hingga madu lebah tanpa sengat (Stingless Bee Honey). Program pengabdian seperti SID Cetak Sawah Rakyat dan Bhakti Ketahanan Pangan 2025 memperkuat implementasi langsung di lapangan.
“Seluruh inovasi ini kami rancang agar bisa langsung diterapkan oleh petani, peternak, dan pelaku UMKM pangan, khususnya di Banyumas dan sekitarnya,” ujar Rektor Akhmad Sodiq. Ia menegaskan, riset Unsoed lahir dari kolaborasi lintas fakultas—Pertanian, Peternakan, Biologi, dan Teknologi Pertanian—dengan orientasi dampak nyata.
Ke depan, Unsoed mematok target ambisius dalam rencana pengembangan 2026–2030, antara lain membangun Pusat Riset Genomik, Pusat Riset Kesehatan Masyarakat dan Pangan, serta Rumah Sakit Pendidikan sebagai simpul penguatan riset dan layanan kesehatan.
Menteri PPN/Kepala Bappenas, Prof. Rachmat Pambudy, menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut. “Unsoed memiliki kekuatan riset yang luar biasa dan berperan penting dalam mendukung agenda pembangunan nasional. Kami sangat mengapresiasi inovasi-inovasi yang dihasilkan serta peran Unsoed dalam mendidik putra-putri terbaik bangsa,” katanya.
Kunjungan kerja ditutup dengan diskusi strategis mengenai peluang kerja sama Unsoed–Bappenas, penyerahan cinderamata, dan foto bersama—menandai komitmen bersama memperkuat sinergi riset untuk kedaulatan pangan dan energi Indonesia.
