Wabup Lintarti Berikan Santunan Jaminan Sosial kepada 6 Pekerja Informal

PURWOKERTO – Wakil Bupati Banyumas, Dwi Asih Lintari memberikan santunan jaminan kematian kepada 6 ahli waris pekerja informal sebagai bentuk nyata kepedulian kepada para pekerja di Kabupaten Banyumas. Penyerahan dilakukan di Pendopo Kecamatan Wangon pada Rabu (28/1/26)

Lintari berujar pekerja informal memegang peran yang sangat penting dalam menggerakkan roda perekonomian daerah. Pelaku UMKM, buruh bangunan, buruh tani, petani, pekerja rumah tangga, pekerja transportasi, dan berbagai jenis pekerjaan informal lainnya adalah tulang punggung ekonomi kerakyatan

‘’ Mereka bekerja dengan penuh dedikasi, namun sering kali belum mendapatkan perlindungan sosial yang memadai,’’ungkapnya

Oleh karena itu, kehadiran BPJS ketenagakerjaan menjadi sangat penting dan strategis, bukan hanya memberikan rasa aman bagi pekerja, tetapi juga memberikan ketenangan bagi keluarga mereka.

Lebih lanjut, Lintarti menjelaskan penyerahan santunan pada hari ini bukan sekedar bantuan sosial kepada ahli waris, namun menjadi bukti nyata bahwa kepesertaan BPJS ketenagakerjaan memberikan manfaat yang nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat.

‘’ Melalui sinergi antara pemerintah daerah, organisasi kemasyarakatan seperti perkumpulan Sedulur Aspirasi Warga Banyumas (SAWB), dunia usaha, dan masyarakat itu sendiri, kita harapkan semakin banyak pekerja yang terlindungi, semakin kuat jaring pengaman sosial kita, dan semakin sejahtera masyarakat Banyumas,’’harapnya

Senada dengan hal tersebut, Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Purwokerto Muhammad Romdhoni juga mengungkapkan pentingnya memiliki jaminan sosial, ia menilai setiap pekerjaan pasti memiliki resiko, sehingga jaminan sosial akan membantu dalam masalah pembiayaan baik bagi pekerja maupun keluarga

‘’Semua pekerja harus ikut program BPJS Ketenagakerjaan. Hanya Rp 16.800,-.,’’ungkapnya

Adapun pekerja yang hari ini mendapatkan santunan yakni terdiri dari pekerja teknisi, supir, pedagang dan petani

‘’Masing-masing kurang lebih menerima Rp 40 juta rupiah,’’ ujarnya

Ia juga berharap dengan adanya sosialisasi BPJS Ketenagakerjaan yang juga berlangsung setelah pemberian santuan sosial, masyarakat Banyumas akan semakin perhatian dengan pentingnya keikutsertaan pada BPJS Ketenagakerjaan

‘’Bisa diibaratkan, jika pekerja tidak menggunakan jaminan tersebut, berarti sama saja ikut membantu pekerja yang sedang mendapat musibah, begitupun juga sebaliknya,’’ucapnya

Sementara itu, salah satu penerima manfaat mengaku dengan adanya pemberian santunan seperti ini, setidaknya cukup membantu keluarga yang ditinggalkan untuk melanjutkan hidup

‘’Alhamdulillah sudah ikut kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, tentunya akan kami manfaatkan dengan baik,’’ ungkapnya

 

Ni Pembayun