BANYUMAS — Forum Persaudaraan Lintas Iman (FORSA) Banyumas menggelar kegiatan Jalan Jalan Toleransi Banyumas pada Sabtu (10/10/2026). Kegiatan ini mengajak pemuda lintas agama membangun dialog dan saling mengenal melalui kunjungan ke rumah ibadah di Purwokerto.
Perjalanan dimulai dari Kelenteng Hok Tek Bio Purwokerto dan berakhir di Gereja Kristen Jawa (GKJ) Purwokerto. Kegiatan tersebut menjadi ruang perjumpaan bagi generasi muda untuk berdialog dan memahami keberagaman agama secara langsung.
Ketua FORSA Banyumas, Musmuallim, mengatakan kegiatan ini digelar untuk mengurangi prasangka dan memperkuat hubungan antarpemeluk agama, terutama di kalangan anak muda.
“Melalui Jalan Jalan Toleransi ini, kami ingin meruntuhkan tembok prasangka dan membangun jembatan dialog. Ketika para pemuda dari latar belakang agama yang berbeda duduk bersama, saling menyapa, dan mengunjungi rumah ibadah satu sama lain, keharmonisan yang autentik akan tumbuh dengan sendirinya,” ujar Musmuallim.
Kegiatan ini diikuti 20 peserta berusia 18–35 tahun. Jumlah peserta dibatasi agar interaksi dan diskusi selama perjalanan dapat berlangsung lebih intensif.
Fasilitator kegiatan, Ferry Mahulette, menjelaskan bahwa acara tersebut terbuka untuk masyarakat tanpa biaya pendaftaran. Selain mengangkat toleransi antarumat beragama, kegiatan ini juga mengajak peserta untuk peduli terhadap lingkungan.
Setiap peserta diwajibkan membawa botol minum sendiri guna mengurangi penggunaan plastik sekali pakai selama kegiatan berlangsung.
“Kami berkomitmen tidak hanya merawat toleransi antarsesama, tetapi juga terhadap alam. Oleh karena itu, seluruh peserta diwajibkan membawa botol minum atau tumbler masing-masing guna mengurangi sampah plastik selama kegiatan berlangsung. Kami berharap model perjumpaan seperti ini bisa terus berkelanjutan dan menginspirasi komunitas lain,” jelas Ferry.
Kegiatan ditutup dengan diskusi dan ramah tamah di lokasi akhir kunjungan. FORSA Banyumas berharap perjumpaan lintas iman tersebut dapat mendorong para peserta menyebarkan semangat dialog, perdamaian, dan sikap saling menghormati di lingkungan masing-masing.