PURWOKERTO — Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) menjadi pusat perhatian dunia olahraga dan dakwah kultural Muhammadiyah dengan digelarnya Pengukuhan Pimpinan Pusat PingpongMu sekaligus Invitasi Tenis Meja antar Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) se-Jawa Tengah Tahun 2026. Kegiatan prestisius ini berlangsung di Auditorium Ukhuwah Islamiyah UMP, Sabtu (25/1/2026), dan diikuti oleh atlet serta pengurus Muhammadiyah dari berbagai daerah.
Prosesi pelantikan dipimpin langsung oleh Ketua Lembaga Pengembangan Olahraga (LPO) Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Dr. Gatot Sugiharto. Acara tersebut turut dihadiri Rektor UMP Prof. Dr. Jebul Suroso, Wakil Ketua KONI Banyumas Dr. Ir. Aman Suyadi, M.P., serta jajaran pembina dan pengurus Pingpong Muhammadiyah.
Ketua Pimpinan Pusat PingpongMu yang juga Wakil Rektor IV UMP, Assoc. Prof. Ahmad Darmawan, Ph.D., menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan agenda ini, termasuk para atlet dari luar Kabupaten Banyumas.
“Dengan terbentuk dan dikukuhkannya Pimpinan Pusat PingpongMu, kami berharap dakwah Muhammadiyah semakin luas dan mampu menjadi wadah pembinaan atlet tenis meja untuk berproses, berkader, dan tumbuh bersama nilai-nilai persyarikatan,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa olahraga di lingkungan Muhammadiyah tidak sekadar mengejar prestasi, tetapi juga menjadi bagian dari dakwah kultural yang menanamkan disiplin, sportivitas, kerja keras, serta pembentukan akhlak mulia.
Sementara itu, Rektor UMP Prof. Dr. Jebul Suroso, S.Kp., Ns., M.Kep., dalam sambutannya memberikan motivasi kepada seluruh peserta dan atlet agar menjunjung tinggi nilai kesehatan, keselamatan, serta menjadikan setiap pertandingan sebagai sarana ibadah.
“Bertandinglah dengan semangat yang sehat. Menang atau kalah adalah bagian dari proses. Semoga kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi bagi atlet, suporter, keluarga, dan seluruh civitas akademika,” tuturnya.
Dalam kesempatan yang sama, Dr. Gatot Sugiharto menyoroti kontribusi panjang Muhammadiyah dalam sejarah perkembangan olahraga nasional. Ia menyebut bahwa peran kader Muhammadiyah telah hadir sejak era awal pembentukan organisasi olahraga di Indonesia.
“Dalam sejarah sepak bola nasional, berdirinya PSSI juga tidak terlepas dari peran kader Muhammadiyah. Abdul Khamid, bendahara pertama PSSI, bahkan pernah menjadi pimpinan pusat Muhammadiyah pada era 1930-an,” jelasnya.
Ia berharap kehadiran Gugus Tugas Pingpong Muhammadiyah dapat melahirkan lebih banyak atlet yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga menjadi kader persyarikatan dan penguat dakwah Muhammadiyah di berbagai daerah.
Dengan digelarnya pengukuhan dan invitasi ini, UMP menegaskan posisinya sebagai kampus yang tidak hanya fokus pada pengembangan akademik, tetapi juga aktif mendorong sinergi antara olahraga, pembinaan karakter, dan dakwah kultural Muhammadiyah di tingkat regional maupun nasional. (Aqa/Chy)