TANAM POHON : Unsoed melepas Tim Bencana Unsoed untuk ikut serta dalam kegiatan penanaman 5000 pohon di desa gunung malang, Purbalingga 

PURBALINGGA – Universitas Jenderal Soedirman (Universitas Jenderal Soedirman) menunjukkan komitmen nyata terhadap pelestarian lingkungan melalui keterlibatannya dalam aksi penanaman 5.000 pohon di lereng Gunung Slamet. Kegiatan ini diselenggarakan oleh komunitas Patanjala Kabupaten Purbalingga di Wilayah Dusun Gunung Malang Desa Serang, Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga pada Sabtu, (4/4).

Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian terhadap lingkungan yang terfokus di desa Serang, Kabupaten Purbalingga yang terdampak Banjir Bandang. Penanaman pohon dilakukan di lereng Gunung Slamet disekitar Hulu Daerah Aliran sungai lereng Gunung Salmet.

Terdapat berbagai pihak yang terlibat sepert Dinas Kehutanan ( CDK ) Wilayah VI jawa Tengah, Perum Perhutani, Edeeweis Adventure, Kebone Yu Paijem, Komunitas Patanjala, Ppa Gasda, Perumda Tirta Perwira, Karang Tahun Dusun Gunung Malang Serang serta Kerjasama Seluruh Aktivis Lingkungan, Pencinta Pendaki Gunung dan Elemen Masyarakat Desa Serang dan sekitarnya.

Dr. Indaru Setyo Nurprojo, S.IP., M.A. selaku Koordinator Komunitas Patanjalan Kabupaten Purbalingga yang merupakan Dosen Unsoed mengatakan, adanya kegiatan ini disamping untuk memperbaiki kawasan Gunung Malang tetapi juga untuk membangun komunikasi terhadap warga lokal untuk kemudian mengadakan penanaman dari daerah yang terkena bencana kemarin.

“Kami itu kolaborasi tepatnya inisiator cuman kami mengedapankan panitia lokal untuk kemudian muncul untuk ikut memidangi dan merawat, memidangi proses ini semua jadi saya hanya komunikasi terhadap kawan-kawan di sekitar Gunung Malang”

Unsoed memberangkatkan 15 orang mahasiswa relawan dari berbagai Fakultas. Hadir pada pelepasan keberangkatan Relawan Tangguh Soedirman menuju lokasi aksi penanaman 5000 Pohon di Desa Serang, Ketua Tim Kesiagaan Bencana Universitas Jenderal Soedirman Dr. Dyah Susanti, S.P., M.P. dan Wakil Ketua Dr. Tyas Retno Wulan, M.Si. Dr. Dyah menyampaikan apresiasi bahwa partisipasi aktif Relawan Tangguh Soedirman merupakan representasi hadirnya sivitas akademika Unsoed dalam upaya penanggulangan bencana dan perbaikan kualitas lingkungan hidup di daerah rawan bencana.

Peran serta generasi muda dalam perbaikan kualitas lingkungan menjadi harapan perbaikan kehidupan di masa yg akan datang. “Sekarang jarang sekali anak muda yang mau ikut kegiatan pengabdian, apalagi jadi relawan. Padahal penanaman pohon seperti ini penting sekali untuk kehidupan ke depannya,” pungkas Dr. Tyas.

Masyarakat sekitar Gunung Malang turut mengapresiasi adanya kegiatan penanaman 5000 pohon di kawasan lereng, apalagi setelah terjadinya bencana kemarin yang mengakibatkan tumbangnya beberapa pohon. Mereka berharap kegiatan seperti ini akan terus berlanjut tidak hanya sampai pada penanaman tetapi bisa berkelanjutan.

Selanjutnya Fakultas Pertanian Unsoed juga berencana untuk melakukan kerja sama dengan membantu merawat ekosistem pohon yang ada di sekitar Gunung Malang.