BANYUMAS – Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono didampingi Dandim 0701/Wijayakusuma Letkol Inf Edward Samosir, serta jajaran Forkopimda dan tamu undangan lainnya, secara resmi membuka kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap I Tahun Anggaran 2026. Kegiatan tersebut dipusatkan di Desa Sawangan Wetan, Kecamatan Patikraja, pada Selasa (10/02/2026).
Pembukaan TMMD ditandai dengan apel bersama sebagai simbol dimulainya sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam upaya percepatan pembangunan desa.
Dalam laporannya, Pasiter Kodim 0701 Banyumas Kapten Warih menyampaikan bahwa TMMD Sengkuyung Tahap I Tahun 2026 bertujuan untuk mempercepat pembangunan infrastruktur serta meningkatkan taraf hidup masyarakat pedesaan.
“Program ini memfokuskan kegiatannya pada pembangunan fisik jalan, hunian layak, serta penyuluhan non-fisik bagi warga setempat,” ungkapnya.
Adapun sasaran fisik TMMD kali ini meliputi pembangunan Jalan berupa rabat beton sepanjang 890 meter dengan lebar 2,5 meter, Drainase dan Proteksi, dengan pembangunan talud di empat titik strategis guna mencegah longsor dan memperbaiki aliran air, Hunian Layak, berupa pembangunan satu unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang didukung oleh Baznas Kabupaten Banyumas sertan pembangunan kesehatan masyarakat, melalui pembangunan dua unit jamban keluarga hasil kerja sama dengan PMI Kabupaten Banyumas.
Selain pembangunan fisik, TMMD juga menitikberatkan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui kegiatan non-fisik berupa penyuluhan dari dinas dan instansi terkait.
“Materi penyuluhan akan diberikan sesuai jadwal yang telah disusun untuk membekali warga dengan pengetahuan baru di berbagai bidang,” lanjut Kapten Warih.
Keberhasilan pelaksanaan TMMD ini didukung oleh keterlibatan penuh aparat dan masyarakat, dengan total 116 personel yang dikerahkan guna memastikan seluruh target pekerjaan dapat tercapai tepat waktu.
Sementara itu, dalam sambutannya Sadewo menyatakan secara resmi membuka TMMD Sengkuyung Tahap I Tahun Anggaran 2026. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antara TNI, pemerintah, dan masyarakat untuk mengakselerasi pembangunan daerah.
“TMMD bukan sekadar proyek pembangunan infrastruktur fisik, melainkan aksi nyata untuk memperkuat semangat kebersamaan dan gotong royong,” ujarnya.
Menurut Sadewo, TMMD diharapkan mampu mempererat kemanunggalan TNI dengan masyarakat, meningkatkan mobilitas dan kualitas hidup warga melalui pembangunan fasilitas umum, membantu mengatasi tantangan daerah, khususnya pengentasan kemiskinan dan perbaikan infrastruktur pedesaan.
“Pembangunan adalah tugas kita bersama. Jadikan TMMD sebagai ruang untuk memperkuat hubungan sosial dan solidaritas antarwarga,” tambahnya.
Guna memberikan dampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat selama pelaksanaan TMMD, Pemerintah Kabupaten Banyumas juga menggelar kegiatan pendukung, antara lain pasar murah, yang menyediakan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau untuk meringankan beban ekonomi warga, Layanan Identitas Kependudukan Digital (IKD), guna memastikan data kependudukan tersimpan aman dan memudahkan akses layanan administrasi tanpa dokumen fisik.
“Petugas lapangan diinstruksikan untuk memberikan pelayanan yang ramah, cepat, dan tepat sasaran,” tegasnya.
Masyarakat juga diimbau untuk mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan tertib, termasuk dalam pelaksanaan pasar murah, demi kelancaran bersama.
“Dengan kolaborasi aktif seluruh elemen, TMMD Sengkuyung Tahun 2026 diyakini mampu memberikan manfaat jangka panjang dan mendorong kemajuan desa-desa di Kabupaten Banyumas,” pungkas Bupati Sadewo.
Pandu Yuristian
