Dukung Pengembangan Ilmu dan Pembinaan WBP, Rutan Banyumas Terima Penelitian Mahasiswa Biologi Unsoed

PURWOKERTO — Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Banyumas menerima kunjungan mahasiswa dari Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto dalam rangka pelaksanaan kegiatan penelitian lapangan. Kegiatan ini merupakan bentuk sinergi antara dunia akademik dan instansi pemasyarakatan dalam mendukung pengembangan ilmu pengetahuan sekaligus peningkatan kualitas program pembinaan bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).

Dalam pelaksanaan kegiatan tersebut, para mahasiswa didampingi langsung oleh Kepala Subseksi (Kasubsi) Pelayanan Tahanan Rutan Kelas IIB Banyumas, Sigit Purwanto. Pendampingan ini dilakukan guna memastikan kegiatan penelitian berjalan sesuai prosedur serta memberikan akses informasi yang dibutuhkan oleh para mahasiswa selama berada di lingkungan rutan.

Mahasiswa Fakultas Biologi Unsoed turun langsung ke lapangan dengan melakukan observasi di area branggang serta kebun luar rutan. Di lokasi tersebut, mereka mengamati berbagai komoditas tanaman yang dibudidayakan oleh WBP sebagai bagian dari program pembinaan kemandirian, khususnya dalam bidang pertanian. Kondisi lahan, jenis tanaman, teknik budidaya, hingga perawatan tanaman menjadi fokus utama dalam kegiatan penelitian ini.

Tidak hanya melakukan pengamatan, para mahasiswa juga berkesempatan untuk berinteraksi langsung dengan WBP yang sedang menjalankan program asimilasi luar rutan. Dalam suasana yang komunikatif dan penuh keterbukaan, mahasiswa menggali informasi terkait pengalaman WBP dalam mengelola lahan pertanian, tantangan yang dihadapi, serta manfaat yang dirasakan dari program tersebut.

Kepala Rutan Kelas IIB Banyumas, Anggi Febiakto, melalui Kasubsi Pelayanan Tahanan Sigit Purwanto, menyampaikan bahwa pihaknya sangat mendukung kegiatan penelitian yang dilakukan oleh mahasiswa sebagai bagian dari kontribusi nyata dalam pengembangan ilmu pengetahuan. “Kami menyambut baik kegiatan penelitian dari adik-adik mahasiswa. Rutan Banyumas terbuka sebagai tempat pembelajaran sekaligus penelitian, khususnya dalam melihat implementasi program pembinaan kemandirian WBP. Harapannya, hasil penelitian ini dapat memberikan masukan yang konstruktif bagi peningkatan program pembinaan ke depan,” ujar Sigit.

Lebih lanjut, ia juga menambahkan bahwa program pembinaan berbasis pertanian yang dilaksanakan di Rutan Banyumas tidak hanya bertujuan untuk mengisi waktu WBP, tetapi juga sebagai bekal keterampilan yang dapat dimanfaatkan setelah mereka kembali ke masyarakat. Oleh karena itu, keterlibatan pihak akademisi dinilai sangat penting untuk memberikan perspektif ilmiah dalam pengembangan program tersebut.

Sementara itu, salah satu mahasiswa Fakultas Biologi Unsoed, Anisa, mengungkapkan rasa antusias dan apresiasinya terhadap kesempatan yang diberikan oleh pihak Rutan Banyumas. Menurutnya, pengalaman turun langsung ke lapangan memberikan gambaran nyata yang tidak bisa diperoleh hanya dari teori di dalam kelas. “Kami sangat berterima kasih kepada pihak Rutan Banyumas atas kesempatan yang diberikan. Dengan melihat langsung kondisi lapangan dan berdialog dengan WBP, kami mendapatkan banyak insight baru, khususnya terkait pengelolaan tanaman dan peran program pembinaan dalam membentuk kemandirian,” ungkap Anisa.

Kegiatan penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan, baik bagi mahasiswa dalam memperkaya wawasan akademik dan pengalaman penelitian, maupun bagi Rutan Banyumas sebagai bahan evaluasi dan pengembangan program pembinaan. Sinergi antara dunia pendidikan dan lembaga pemasyarakatan ini menjadi langkah positif dalam menciptakan inovasi pembinaan yang lebih efektif, produktif, dan berdampak bagi WBP di masa mendatang.

Dengan adanya kegiatan seperti ini, Rutan Kelas IIB Banyumas kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung keterbukaan informasi serta kolaborasi lintas sektor demi terciptanya sistem pemasyarakatan yang lebih baik dan berdaya guna.