Eni Sadewo Pimpin YTI Banyumas, Siapkan Langkah Kolaboratif Menuju Zero Thalassaemia

PURWOKERTO – Ketua Yayasan Thalassaemia Indonesia (YTI) Cabang Banyumas, Nuraeni Tri Haryanti Sadewo, resmi dilantik pada Rabu (11/2/2026). Dalam sambutannya, Eni menegaskan komitmennya untuk memperkuat pendampingan serta mendorong langkah konkret pencegahan thalassaemia di Kabupaten Banyumas melalui kolaborasi lintas sektor.

Eni menyampaikan bahwa perjuangan penyandang thalassaemia dan keluarga bukanlah hal yang mudah karena membutuhkan lingkungan yang mendukung. 

”Karena itu, peran yayasan tidak hanya sebatas pendampingan, tetapi juga menjadi jembatan yang menghubungkan penyandang thalassaemia dengan berbagai pihak yang peduli,” ujarnya.

Pada masa kepemimpinan barunya, Eni menekankan beberapa langkah strategis yang akan dilakukan YTI Banyumas. Di antaranya memperkuat pendampingan pasien dan keluarga, memperluas edukasi kepada masyarakat dan pelajar terkait deteksi dini dan skrining, serta membangun sinergi lebih erat dengan pemerintah daerah, tenaga kesehatan, dunia pendidikan, dunia usaha, serta organisasi terkait seperti Persatuan Orang Tua Penyandang Thalassaemia Indonesia (POPTI) cabang Banyumas.

Ia menargetkan peningkatan kesadaran masyarakat tentang thalassaemia sebagai bagian penting dari upaya pencegahan. 

“Semakin banyak masyarakat yang paham, semakin besar peluang kita untuk mencegah munculnya kasus-kasus baru. Inilah langkah penting dalam upaya bersama memutus mata rantai thalassaemia,” tegasnya.

Ke depan, YTI Banyumas diharapkan tidak hanya hadir sebagai wadah pendampingan, tetapi juga menjadi motor penggerak kolaborasi dan edukasi berkelanjutan guna mewujudkan Banyumas yang inklusif dan peduli terhadap penyandang thalassaemia.

Sementara itu, Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono menyampaikan apresiasi atas peran YTI dan seluruh pihak yang selama ini terlibat dalam penanganan thalassaemia. Ia menegaskan bahwa Banyumas patut bersyukur karena telah memiliki fasilitas pelayanan thalassaemia yang sangat baik di RSUD Banyumas.

“Kita patut bersyukur karena di Kabupaten Banyumas telah memiliki fasilitas pelayanan thalassaemia yang sangat baik di RSUD Banyumas. Keberadaan layanan ini menjadi kekuatan penting bagi daerah kita, sekaligus menjadi rujukan bagi masyarakat yang membutuhkan penanganan thalassaemia,” ujarnya

Ia menambahkan bahwa pelayanan thalassaemia di RSUD Banyumas didukung oleh sarana dan prasarana yang memadai, tenaga medis yang kompeten, serta sistem pelayanan yang terus dikembangkan. Karena itu, fasilitas yang telah tersedia diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat.

Bupati juga menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Banyumas menaruh perhatian besar terhadap upaya pencegahan thalassaemia. Namun, upaya tersebut tidak dapat berjalan sendiri tanpa sinergi yang kuat dan berkelanjutan antara pemerintah daerah, tenaga kesehatan, organisasi seperti YTI dan POPTI, serta seluruh elemen masyarakat.

“Saya mengajak kita semua untuk terus memperkuat kolaborasi, memperluas edukasi, dan menumbuhkan kesadaran bersama bahwa pencegahan thalassaemia adalah tanggung jawab kita bersama. Dengan kebersamaan dan langkah yang searah, saya yakin cita-cita Program Zero Thalassaemia Kabupaten Banyumas dapat kita wujudkan secara bertahap,”pungkasnya

 

Ni Pembayun