Kabar melegakan datang dari pesisir selatan lereng Gunung Slamet. Setelah sempat dilanda kekhawatiran akibat bencana hidrometeorologi beberapa waktu lalu, kawasan ini telah dinyatakan aman dan siap menyambut kembali wisatawan dengan pesona kabut tipis dan hutan rimbun yang legendaris.
Jika Anda merindukan suasana healing di lereng selatan Gunung Slamet, berikut adalah panduan lengkap kondisi terkini dan rekomendasi berwisata untuk kunjungan Anda. Namun, ada catatan tebal yang tidak boleh diabaikan: Cuaca masih belum sepenuhnya bersahabat.
Pasca banjir bandang dan longsor yang sempat menerjang beberapa titik di lingkar Gunung Slamet (khususnya sisi Tegal, Brebes, Pemalang dan Purbalingga) pada 24-27 Januari 2026, situasi di sisi Selatan (Banyumas/Baturraden) telah berangsur kondusif.
- Status Keamanan: Pemerintah Kabupaten Banyumas dan pengelola wisata setempat telah memastikan infrastruktur utama wisata di Baturraden aman dikunjungi.
- Simbol Pemulihan: Sebagai bukti pulihnya ekosistem air, pada Jumat (6/2/2026), dilakukan penebaran ribuan benih ikan di sungai-sungai kawasan wisata. Air sungai yang sempat keruh akibat material lumpur kini mulai jernih kembali.
Tapi Ingat, Curah Hujan Masih Tinggi!
Meskipun statusnya “Aman”, kata kunci utamanya adalah Waspada. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi curah hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi masih akan mengguyur wilayah Banyumas dan sekitarnya, terutama pada sore hingga malam hari.
Penting Diperhatikan: Karakteristik hujan di pegunungan berbeda dengan di kota. Hujan bisa turun tiba-tiba dengan intensitas sangat deras, disertai kabut tebal yang mengurangi jarak pandang.
Risiko yang paling perlu diwaspadai saat ini bukanlah di lokasi wisata buatan, melainkan wisata alam terbuka, khususnya yang bersinggungan dengan sungai dan tebing.
Panduan Aman Berwisata ke Baturraden Saat Ini
Agar liburan Anda tetap nyaman di tengah musim basah ini, perhatikan hal berikut:
- Waktu Berkunjung: Datanglah pada pagi hari (07.00 – 11.00 WIB). Cuaca biasanya cerah berawan di pagi hari, sementara hujan cenderung turun mulai siang atau sore.
- Pantau Cuaca: Selalu cek prakiraan cuaca BMKG atau pantauan lokal sebelum berangkat.
- Hindari Jalur Tikus: Gunakan jalur utama (Jalan Raya Baturraden) yang kondisinya mulus dan lebar. Hindari jalan-jalan desa sempit di lereng curam untuk meminimalisir risiko terjebak longsoran kecil.
- Perlengkapan: Bawa jaket tebal (tahan air lebih baik), payung, dan baju ganti. Suhu bisa turun drastis saat hujan.
- Patuhi Aturan Gunung: Jangan mencoba melakukan pendakian ilegal ke Puncak Slamet. Patuhi batas radius aman yang ditetapkan PVMBG
Dengan persiapan yang tepat dan kewaspadaan terhadap cuaca, Anda bisa menikmati sisi magis lereng selatan Gunung Slamet khususnya Baturraden yang hijau dan segar pasca-hujan. Nikmati alamnya, hormati cuacanya, dan pulanglah dengan selamat!
