PURWOKERTO – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 5 Purwokerto menggelar apel pasukan sebagai bentuk pengecekan kesiapan menghadapi masa Angkutan Lebaran 2026. Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan seluruh jajaran, sarana, prasarana, serta sistem operasional siap memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik.
Vice President PT KAI Daop 5 Purwokerto, Mohamad Arie Fathurrochman, mengatakan apel pasukan tersebut merupakan langkah penting untuk memastikan seluruh unsur operasional kereta api berada dalam kondisi siap.
“Gelar pasukan ini dimaksudkan untuk memeriksa kesiapan seluruh jajaran di PT KAI, khususnya di Daop 5 Purwokerto, terkait dengan angkutan Lebaran. Kami sebelumnya sudah melakukan berbagai pemeriksaan baik sarana maupun prasarana, sehingga hari ini kita pastikan seluruh jajaran beserta alat produksi yang kami miliki siap menghadapi angkutan Lebaran,” ujarnya.
Menurut Arie, dalam pengamanan angkutan Lebaran tahun ini KAI tidak bekerja sendiri. Pihaknya menggandeng sejumlah instansi untuk memastikan perjalanan kereta api berlangsung aman dan lancar.
“Kami juga meminta bantuan dari Polri, TNI, serta Basarnas. Ini merupakan wujud sinergi dengan berbagai pihak sebagaimana amanat Direktur Utama KAI agar penyelenggaraan angkutan Lebaran dapat berjalan dengan baik dan lancar,” jelasnya.
Perhatian pada Titik Rawan
Selain kesiapan operasional, KAI Daop 5 Purwokerto juga memberikan perhatian khusus pada sejumlah potensi kerawanan di jalur kereta api, terutama yang dipengaruhi kondisi cuaca.
Arie menjelaskan, beberapa potensi gangguan yang menjadi perhatian antara lain daerah rawan longsor, banjir, serta perlintasan sebidang.
“Dengan kondisi cuaca seperti sekarang, kami memperhatikan daerah yang rawan longsor dan banjir. Selain itu, kami juga mengecek pintu perlintasan yang dijaga maupun yang tidak dijaga. Untuk yang dijaga, kami melakukan pemeriksaan serta random check terhadap kepatuhan petugas terhadap SOP,” katanya.
Untuk perlintasan sebidang yang tidak dijaga, KAI menyiapkan personel tambahan guna membantu pengamanan di sejumlah titik yang cukup padat dilalui kendaraan.
KAI juga mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat melintasi perlintasan kereta api.
“Kami mengimbau masyarakat pengguna jalan agar lebih berhati-hati ketika melintasi perlintasan sebidang. Budayakan berhenti sejenak, tengok kanan dan kiri, pastikan aman baru melintas,” tegas Arie.
Prediksi Puncak Arus Mudik
KAI Daop 5 Purwokerto memperkirakan puncak arus mudik Lebaran akan terjadi pada H+2 Lebaran, dengan jumlah penumpang diprediksi mencapai sekitar 13 ribu orang dalam satu hari.
Untuk mendukung kenyamanan penumpang, sejumlah fasilitas tambahan disiapkan di berbagai stasiun, terutama stasiun besar seperti Stasiun Purwokerto.
“Yang pertama kami menyiapkan ruang tunggu yang lebih nyaman. Kemudian fasilitas umum seperti toilet, termasuk toilet untuk disabilitas. Di beberapa stasiun juga disiapkan hiburan musik di ruang tunggu serta area permainan anak-anak,” jelasnya.
Dalam pengamanan Angkutan Lebaran, KAI Daop 5 Purwokerto mengerahkan sekitar 360 personel internal, yang diperkuat oleh 82 personel tambahan dari TNI dan Polri.
Tiga Titik Rawan Jalur Kereta
KAI Daop 5 Purwokerto juga memetakan beberapa titik jalur kereta yang perlu mendapatkan perhatian khusus selama masa angkutan Lebaran.
Pertama, jalur antara Karangpucung–Banjar yang dinilai rawan longsor karena terdapat tebing di sisi kanan dan kiri rel, meskipun secara historis belum pernah terjadi longsor besar di lokasi tersebut.
Kedua, kawasan Kawunganten yang terdapat jembatan yang berpotensi terdampak banjir ketika curah hujan tinggi.
Ketiga, di KM 299 Jembatan No. 1109, yang berpotensi mengalami gerusan atau gogosan pada struktur tanah di sekitar jembatan.
KAI memastikan pemantauan terhadap titik-titik tersebut dilakukan secara intensif guna memastikan keselamatan perjalanan kereta api selama masa mudik Lebaran.
“Kami berkomitmen memberikan layanan transportasi yang aman, nyaman, dan tepat waktu bagi seluruh masyarakat yang menggunakan kereta api selama periode Angkutan Lebaran,” pungkas Arie.