BANYUMAS – Pentas seni tradisi kembali meriah di Kabupaten Banyumas. Sanggar Seni Samudra akan menggelar Pentas Dagelan Asmara Suta malam ini, Minggu 15 Februari 2026 pukul 19.00 WIB di Hetero Space, dalam rangkaian Banyumas Culture Festival.
Pentas ini mengangkat kisah legenda berdirinya Baturraden melalui cerita asmara Suta yang terinspirasi dari legenda rakyat Banyumas. Cerita ini mengisahkan seorang putri dari Adipati Kutaliman yang jatuh cinta kepada seorang abdi atau batur. Karena cinta terlarang tersebut, keduanya memilih minggat dan kemudian mendirikan Baturraden.
Dagelan Calung Modern Pertama di Banyumas
Pertunjukan ini dikemas dalam bentuk dagelan (komedi) modern khas Banyumasan, namun tetap memiliki alur cerita yang kuat. Yang membuat pentas ini makin spesial, musik pengiring tidak hanya murni calung tradisional, tetapi dikolaborasikan dengan sentuhan musik modern. Kreasi semacam ini disebut sebagai yang pertama di Banyumas.
“Ini yang pertama di Banyumas, kita tetap ndagel tetapi ada benang merah ceritanya,” ungkap Yoga Tempolong.
Tak hanya komedi Banyumasan, pementasan juga memadukan gaya kekinian seperti stand up comedy hingga opera mini, sehingga terasa segar, ringan, dan menghibur untuk penonton lintas generasi.
Daftar Pemain Pentas Dagelan Calung
Pentas berdurasi sekitar satu jam ini dimainkan oleh delapan seniman dengan peran sebagai berikut
Yoga Tempolong sebagai Adipati Kutaliman
Widiyono Aming sebagai Suta
Kamsiah sebagai Putri Adipati
Setio Wibowo sebagai Dalang
Yudhiono Bawor sebagai Prajurit
Titis Wahyudi sebagai Prajurit
Ucil sebagai Prajurit
Tuti Gonel sebagai Istri Adipati
Adapun Setio Wibowo dipercaya sebagai sutradara, sementara penulis naskah digarap oleh Widiyono Aming.
Perpaduan Tradisi dan Kreativitas Kekinian
Pentas Dagelan Calung ini menjadi bukti bahwa seni tradisi Banyumasan mampu beradaptasi dengan zaman tanpa kehilangan identitasnya. Perpaduan humor khas Banyumas, cerita legenda Baturraden, serta kolaborasi musik tradisional dan modern dipastikan bakal menghadirkan tontonan yang asyik, seru, dan menghibur.
Bagi pecinta seni tradisi, komedi, dan budaya lokal Banyumas, pentas ini sayang banget kalau dilewatkan. Malam ini, Hetero Space siap jadi panggung tawa sekaligus ruang merawat cerita rakyat Banyumas.