Pasar Ramadan UMP 2026 Semakin Meriah, Bayu Skak dan Elvira Devinamira Borong Takjil hingga Diserbu Warga

PURWOKERTO – Suasana Pasar Ramadan di kawasan Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) pada Kamis (5/3/2026) semakin semarak. Kehadiran komika sekaligus sutradara Bayu Skak bersama aktris Elvira Devinamira sukses menarik perhatian pengunjung yang sedang berburu takjil menjelang waktu berbuka puasa.

Ratusan warga dan mahasiswa yang tengah menikmati suasana ngabuburit di Pasar Ramadan UMP tampak antusias saat rombongan artis tersebut datang dan berkeliling area bazar kuliner. Banyak pengunjung yang mendekat untuk sekadar menyapa hingga mengabadikan momen bersama.

Kedatangan Bayu Skak dan rombongan merupakan bagian dari aktivitas syuting film terbaru berjudul Landasan, yang saat ini mengambil lokasi produksi di wilayah Banyumas. Selain Elvira Devinamira, sejumlah kru dan pemain film turut hadir dalam kunjungan tersebut.

Rombongan artis itu juga didampingi langsung oleh Rektor UMP, Jebul Suroso, yang mengajak mereka berkeliling menyusuri deretan stan pedagang. Dalam kesempatan itu, Bayu Skak dan rombongan terlihat membeli berbagai menu takjil khas Banyumas untuk persiapan berbuka puasa.

“Kita borong banyak. Ada mendoan, pecel, dan tadi susu kedelai juga diborong Mas Bayu Skak,” ujar Jebul Suroso sambil tersenyum.

Menurutnya, kehadiran figur publik di Pasar Ramadan UMP memberikan dampak positif terhadap aktivitas ekonomi para pedagang. Ia menyebut omzet penjualan pada tahun ini mengalami peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.

“Penjualan mendoan saja bisa mencapai lebih dari seribu potong. Artinya ada peningkatan yang cukup besar, pedagang juga mendapatkan keuntungan. Jualan di sini membawa berkah,” katanya.

Jebul menambahkan, pihak kampus secara sengaja menghadirkan sejumlah figur publik untuk menarik minat masyarakat datang ke kawasan kampus. Sebelumnya, Pasar Ramadan UMP juga sempat dikunjungi influencer Big Mo, yang turut membantu meningkatkan jumlah pengunjung.

Lebih jauh, ia menjelaskan bahwa kegiatan Pasar Ramadan merupakan bagian dari konsep UMP sebagai kampus wisata yang terbuka bagi masyarakat luas.

“UMP tidak hanya menjadi tempat belajar mahasiswa, tetapi juga ruang aktivitas masyarakat. InsyaAllah yang rutin adalah SunMor atau pasar Minggu pagi UMP yang digelar setiap pekan,” ujarnya.

Sementara itu, Bayu Skak mengaku terkesan dengan suasana Pasar Ramadan UMP yang menurutnya menjadi titik pertemuan berbagai kalangan, mulai dari mahasiswa hingga masyarakat umum.

“Tempat ini seperti hub. Bukan hanya mahasiswa UMP saja, tapi juga anak-anak dari kampus lain datang ke sini,” kata Bayu.

Ia juga tertarik dengan ragam kuliner khas Banyumas yang ditemuinya di pasar tersebut. Beberapa menu bahkan dianggap unik bagi dirinya dan tim produksi.

“Seperti sotonya yang pakai bumbu kacang, itu unik sekali. Ada juga keong yang di sini disebut kraca, menurut kami menarik untuk dicoba,” ujarnya.

Kehadiran para artis tersebut pun menambah semarak suasana Pasar Ramadan UMP 2026. Selain menjadi tempat berburu takjil, kawasan ini kini juga menjadi destinasi ngabuburit favorit warga Purwokerto selama bulan suci Ramadan.