Pelatihan PEKERTI Unsoed 2026 Gelombang 1 Resmi Dibuka, 60 Dosen Baru Ditempa Tingkatkan Mutu Pembelajaran

PURWOKERTO — Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia melalui pembukaan Pelatihan Peningkatan Keterampilan Dasar Teknik Instruksional (PEKERTI) Tahun 2026 Gelombang 1. Kegiatan ini resmi dibuka pada Senin (19/1/2026) di Lantai 2 Gedung Lembaga Pengembangan Pembelajaran dan Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMPP) Unsoed, dihadiri jajaran pimpinan universitas serta para pendamping kelas PEKERTI.

Sebanyak 60 dosen baru Unsoed mengikuti pelatihan intensif ini sebagai bagian dari upaya peningkatan kompetensi pedagogik dan profesional. Program dikelola oleh Manager Kelas PEKERTI, Prof. Dr. Abdul Aziz N, S.H., MM., MH., dengan format luring selama 19–23 Januari 2026, dilanjutkan penugasan dan pelaporan hingga 4 Februari 2026. Total beban pelatihan mencapai 84 jam, mencakup penguatan paradigma pendidikan tinggi, pembelajaran orang dewasa, hingga perencanaan pembelajaran berbasis capaian pembelajaran.

Rektor Unsoed Prof. Dr. Ir. Akhmad Sodiq, M.Sc., Agr., IPU., ASEAN Eng. dalam sambutannya menekankan bahwa kualitas SDM merupakan fondasi kemajuan perguruan tinggi dan bangsa. “SDM yang unggul merupakan kunci utama dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Dosen harus menyadari tanggung jawab akademik dan moralnya,” ujarnya. Ia menambahkan, “Jadilah dosen yang tidak hanya mengajar, tetapi juga sebagai pendidik dan ilmuwan. Perguruan tinggi negeri harus mampu berkontribusi nyata dalam mendorong pertumbuhan ekonomi bangsa.”

Kepala LPMPP Unsoed **Prof. Ir. Juni Sumarmono, M.Sc., Ph.D., IPU., ASEAN Eng. menyebut PEKERTI sebagai program strategis dalam menjaga dan meningkatkan mutu pembelajaran. “Pelatihan ini dirancang untuk membekali dosen baru dengan pemahaman paradigma pendidikan tinggi, pembelajaran orang dewasa, serta perencanaan pembelajaran berbasis capaian pembelajaran,” jelasnya. Menurutnya, LPMPP berkomitmen mengawal peningkatan kualitas pembelajaran secara berkelanjutan di lingkungan Unsoed.

Sementara itu, Prof. Dr. Abdul Aziz N menegaskan bahwa PEKERTI menjadi fondasi awal bagi dosen dalam merancang proses belajar-mengajar yang efektif dan terukur. “PEKERTI tidak hanya membahas teknik mengajar, tetapi juga membangun pola pikir dosen agar mampu merancang pembelajaran yang efektif, terukur, dan berorientasi pada capaian pembelajaran mahasiswa,” ungkapnya.

Pelatihan menghadirkan narasumber berpengalaman dengan materi yang komprehensif, di antaranya:

Paradigma Pendidikan Tinggi dan Strategi Peningkatan Kualitas Pembelajaran — Prof. Dr. Ir. Akhmad Sodiq, M.Sc., Agr., IPU., ASEAN Eng.

Sertifikasi Dosen dan Pengembangan Keprofesionalan Berkelanjutan — Prof. Ir. Juni Sumarmono, M.Sc., Ph.D., IPU., ASEAN Eng.

Paradigma Pembelajaran Orang Dewasa — Dr. Yusida Lusiana, S.S., M.Si., M.Pd. bersama Dr. Wisnu Widjanarko, S.Sos., M.Si.

Analisis Capaian Pembelajaran Mata Kuliah/Blok Semester 1 — Prof. Dr. Abdul Aziz N, S.H., MM., MH.

Melalui PEKERTI 2026 Gelombang 1, Unsoed menargetkan lahirnya dosen-dosen muda yang adaptif, inovatif, dan berorientasi pada kualitas. Program ini diharapkan menjadi pijakan kuat dalam mewujudkan pembelajaran yang unggul dan berkelanjutan, sejalan dengan visi Unsoed sebagai perguruan tinggi berdaya saing dan berkontribusi nyata bagi pembangunan nasional.