PURWOKERTO, purwokerto.info – Dewan Pimpinan Daerah Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kabupaten Banyumas menggelar konsolidasi Ramadhan di Sekretariat DPD PSI Jalan Gerilya, Purwokerto Selatan. Kegiatan ini diikuti pengurus DPD, perwakilan DPC, hingga DPRT PSI dari berbagai kecamatan di Banyumas.
Konsolidasi tersebut tidak hanya menjadi forum penguatan organisasi, tetapi juga menggabungkan pendekatan struktural dan spiritual yang relevan dengan suasana bulan suci Ramadhan. Dalam kegiatan ini turut hadir Ketua Dewan Pembina PSI Pusat, Dhofir Farisi, yang juga dikenal sebagai menantu Presiden RI keempat Abdurrahman Wahid atau Gus Dur.
Ketua DPD PSI Banyumas, Mubaedah atau yang akrab disapa Bos Ubed mengatakan, kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat soliditas kader sekaligus memperdalam nilai-nilai moral dalam perjuangan politik.
“Konsolidasi Ramadhan ini kami rancang tidak hanya sebagai agenda organisasi, tetapi juga sebagai ruang refleksi spiritual bagi kader agar politik tetap berjalan dengan nilai-nilai moral,” ujar Mubaedah.
Ia menilai kehadiran Dhofir Farisi membawa pesan penting tentang warisan nilai-nilai kebangsaan dan kemanusiaan yang selama ini diperjuangkan oleh Gus Dur.
“Nilai yang diajarkan Gus Dur tentang kemanusiaan, toleransi, dan keberpihakan kepada rakyat kecil sangat relevan bagi kader PSI dalam menjalankan kerja-kerja politik,” katanya.
Menurut Bos Ubed, momentum Ramadhan menjadi waktu yang tepat untuk memperkuat integritas kader, sehingga aktivitas politik tidak hanya berorientasi pada kekuasaan tetapi juga pada kemaslahatan masyarakat.
“Ramadhan mengajarkan kejujuran dan keikhlasan. Nilai-nilai itulah yang harus menjadi fondasi dalam kerja politik kita,” tambahnya.
Ia juga menegaskan bahwa penguatan struktur hingga tingkat bawah terus dilakukan agar PSI Banyumas semakin dekat dengan masyarakat dan mampu memberikan kontribusi nyata.
“Harapan kami, PSI Banyumas tidak hanya kuat secara organisasi, tetapi juga membawa semangat pelayanan dan pengabdian kepada masyarakat,” pungkasnya.
editor : Zahraa