Siap War Takjil! Pasar Ramadan UMP–Bank Indonesia Resmi Dibuka, Target Transaksi Tembus Rp3 Miliar

PURWOKERTO – Warga Purwokerto dan sekitarnya siap-siap “war takjil”! Universitas Muhammadiyah Purwokerto bersama Bank Indonesia kembali menggelar Pasar Ramadan UMP–BI di depan Kantor Pusat Kampus I Ahmad Dahlan. Event tahunan yang memasuki tahun keempat ini menjadi magnet warga untuk berburu takjil, menikmati hiburan, sekaligus mendukung UMKM lokal.

Pembukaan Pasar Ramadan UMP–BI dilakukan oleh Wakil Bupati Banyumas. Ribuan warga tampak antusias memadati area bazar sejak sore hari. Selain deretan kuliner takjil, acara juga dimeriahkan penampilan barongsai dari Puhua School Purwokerto, live music, lomba vlog, penukaran uang, hingga donor darah.

Target Transaksi Rp2,5–3 Miliar

Rektor Jebul Soeroso menegaskan, Pasar Ramadan UMP bukan sekadar agenda tahunan kampus, melainkan bagian dari misi membangun ekosistem ekonomi masyarakat Banyumas.

“Misi utama kami adalah menggembirakan masyarakat Banyumas dan menggeliatkan UMKM. Orang berbuka puasa cukup datang ke UMP, insyaallah aman, nyaman, dan tidak dipungut parkir. Produk UMKM yang hadir juga terjamin halal karena dibina oleh Halal Center UMP,” ujar Jebul.

Ia menambahkan, perputaran uang pada gelaran Pasar Ramadan UMP tahun-tahun sebelumnya mencapai Rp2,5–3 miliar hingga penutupan acara. Tahun ini, pihaknya optimistis angka transaksi bisa kembali menembus kisaran tersebut.

“Mudah-mudahan tahun ini rezeki para pelaku UMKM semakin lancar dan berkah. Silakan belanja di pedagang UMKM yang ada di UMP, ini bagian dari ikhtiar kita bersama menggerakkan ekonomi lokal,” katanya.

UMKM Halal, Transaksi Kekinian Pakai QRIS

Keunikan Pasar Ramadan UMP–BI tahun ini adalah penerapan sistem pembayaran non-tunai menggunakan QRIS. Pengunjung cukup memindai kode QR untuk bertransaksi, tanpa perlu repot membawa uang tunai.

Menurut Jebul, penggunaan QRIS sejalan dengan upaya literasi keuangan digital yang didorong Bank Indonesia. Selain memudahkan pembeli, sistem ini juga membantu UMKM mencatat transaksi secara lebih rapi dan transparan.

“Ini bentuk adaptasi UMKM terhadap model pembayaran kekinian. Harapannya, pelaku usaha semakin siap bersaing dan naik kelas,” ujarnya.

Selain itu, seluruh produk kuliner yang dijual telah melalui proses seleksi kehalalan. “Kalau sudah halal, artinya juga melampaui standar kesehatan. Jadi warga bisa lebih tenang saat membeli makanan untuk berbuka,” tambah Jebul.

UMP Dorong Peran Kampus sebagai Pusat Ekonomi Masyarakat

Rektor UMP juga menegaskan komitmen kampus untuk terus berkembang, tidak hanya sebagai pusat pendidikan, tetapi juga pusat ekosistem perekonomian dan peradaban di Banyumas.

“Pasar Ramadan ini menjadi ruang temu antara kampus, masyarakat, UMKM, dan mitra strategis seperti Bank Indonesia serta Baznas. Kami ingin kampus hadir nyata di tengah masyarakat,” katanya.

Pasar Ramadan UMP–BI dijadwalkan berlangsung setiap sore selama bulan Ramadan. Selain berburu takjil, warga juga bisa menikmati hiburan keluarga dan berbagai kegiatan sosial.

Bagi warga Purwokerto dan sekitarnya yang ingin mencari tempat ngabuburit sekaligus berburu kuliner halal, Pasar Ramadan UMP–BI bisa menjadi pilihan. Datang, jajan, dan bantu UMKM lokal—sekali jalan, banyak manfaat.