BANYUMAS — Upaya memperkuat jembatan komunikasi antara dunia akademik dan media massa kembali ditegaskan Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto. Dalam suasana hangat Ramadan, kampus negeri di Purwokerto itu menggelar silaturahmi sekaligus forum kolaborasi bersama sekitar 30 wartawan media cetak, daring, televisi, dan elektronik se-Kabupaten Banyumas, Senin (2/3/2026) sore.
Bertempat di lantai 3 Gedung Rektorat, agenda tersebut diisi dengan pemaparan capaian institusi, diskusi terbuka, sesi foto bersama, hingga buka puasa bersama.
Hadir langsung Rektor Unsoed Prof. Dr. Akhmad Sodiq, didampingi Wakil Rektor Bidang Akademik Noor Farid serta Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Humas Waluyo Handoko.
Rektor menegaskan, kemitraan dengan media bukan sekadar relasi seremonial, melainkan bagian dari komitmen transparansi dan akuntabilitas publik. Kampus, kata dia, memerlukan peran media untuk menyampaikan capaian riset dan inovasi secara objektif dan berimbang kepada masyarakat luas.
“Melalui sinergi ini, inovasi dan kontribusi Unsoed bagi bangsa dapat diketahui publik secara objektif dan berimbang,” ujarnya.
Kolaborasi tersebut juga diposisikan sejalan dengan semangat Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik, yang menekankan pentingnya informasi yang akurat, edukatif, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Dalam paparannya, Rektor menyoroti perkembangan signifikan Unsoed dalam beberapa tahun terakhir, baik dari sisi jumlah mahasiswa, tenaga pendidik, maupun infrastruktur. Berdiri sejak 23 September 1963 di Purwokerto, Unsoed menegaskan konsistensinya sebagai perguruan tinggi berbasis pengembangan potensi lokal, khususnya agribisnis dan biosains tropis, dengan akreditasi unggul.
Arah pengembangan itu, kata Rektor, sejalan dengan prioritas ketahanan pangan nasional yang menjadi perhatian pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
“Sejumlah varietas unggul padi dan kedelai yang dikembangkan Unsoed memiliki karakter toleran terhadap dampak perubahan iklim global serta kandungan gizi yang mendukung program pencegahan stunting,” ujar Prof. Akhmad Sodiq.
Dalam konteks hilirisasi riset, Unsoed telah menjalin kerja sama strategis dengan PT Sang Hyang Seri, BUMN yang bergerak di bidang perbenihan. Kolaborasi tersebut difokuskan pada pengembangan dan produksi massal varietas unggul padi.
Dua varietas, yakni Inpago Unsoed 1 dan Inpari Unsoed P20 Tangguh, akan diproduksi secara massal melalui lisensi eksklusif oleh PT Sang Hyang Seri. Sementara itu, Inpago Unsoed Protani diproduksi dengan lisensi umum, membuka peluang kolaborasi lebih luas dalam penyediaan benih.
Varietas Inpago Unsoed Protani sendiri telah dilepas sebagai varietas unggul nasional dan memiliki pangsa pasar di berbagai wilayah Indonesia. Produksi benih bersertifikat padi gogo ini diharapkan dapat menjawab kebutuhan benih nasional yang selama ini belum sepenuhnya terpenuhi.
Dari sisi akademik, tahun 2026 menjadi tonggak penting. Jumlah mahasiswa Unsoed menembus lebih dari 35 ribu orang, meningkat tajam dibandingkan sekitar 24 ribu mahasiswa pada tahun sebelumnya. Lonjakan ini, menurut Rektor, mencerminkan meningkatnya kepercayaan publik terhadap kualitas pendidikan Unsoed.
Namun, di balik angka tersebut tersimpan tantangan besar. Peningkatan kapasitas layanan akademik, penguatan sarana prasarana, serta konsistensi mutu pembelajaran menjadi pekerjaan rumah yang harus dijawab secara sistematis.
Di tengah target Indonesia Emas 2045, Unsoed tampak ingin memastikan bahwa kampus tidak berjalan sendiri. Riset, pendidikan, dan pengabdian kepada masyarakat membutuhkan ruang publik yang sehat—dan di situlah media menjadi mitra strategis.