PURWOKERTO – Sanggar Seni Samudra akan menggelar kegiatan Tadarus Sastra dalam rangka menyemarakkan bulan Ramadan dengan pertunjukan sastra bernuansa religi, Jumat 13 Maret 2026, di Cafe Bahenol Karangklesem.
Kegiatan ini dirancang sebagai ruang ekspresi terbuka bagi para pegiat seni, pelajar, dan masyarakat yang ingin menampilkan karya sastra dalam berbagai bentuk.
Pembina Sanggar Seni Samudra, Yoga Bagus Wicaksana, mengatakan bahwa konsep Tadarus Sastra tidak hanya terbatas pada pembacaan puisi, tetapi juga mencakup berbagai bentuk pertunjukan sastra lainnya.
“Tadarus Sastra ini memang kami kemas sebagai pertunjukan sastra religi. Tapi sastra itu kan tidak hanya puisi. Di dalamnya ada banyak kemungkinan, seperti cerpen, mendongeng, reading atau pembacaan karya sastra, sampai pertunjukan kreatif lainnya,” ujar Yoga.
Menurutnya, pementasan dibuat dengan konsep terbuka sehingga siapa pun yang hadir berkesempatan untuk ikut tampil mengisi acara.
“Kami membuka kesempatan bagi siapa saja yang datang untuk tampil. Dari Sanggar Seni Samudra sendiri sudah menyiapkan sekitar delapan pertunjukan, tapi biasanya di perjalanan bisa bertambah karena peserta lain juga boleh ikut mengisi,” jelasnya.
Delapan pertunjukan yang telah disiapkan di antaranya meliputi musikalisasi puisi, pembacaan karya sastra, hingga penampilan spesial yang melibatkan penyandang disabilitas.
Salah satu penampilan yang diperkirakan menjadi daya tarik utama adalah pembacaan puisi menggunakan bahasa isyarat yang dipadukan dengan musikalisasi puisi.
“Yang terbaru dari kami adalah pembacaan puisi dengan bahasa isyarat. Jadi nanti ada difabel yang ikut tampil. Ini kami padukan dengan musikalisasi puisi sehingga lebih inklusif dan menarik,” kata Yoga.
Gagasan tersebut, lanjutnya, lahir dari kreativitas para anggota muda Sanggar Seni Samudra yang selama ini aktif mengembangkan kegiatan seni di kalangan pelajar.
“Inisiatif ini datang dari teman-teman muda Samudra. Kami memang sedang melakukan kaderisasi dari siswa SMK dan SMA di Purwokerto. Mereka yang menjadi anggota muda Sanggar Seni Samudra yang nanti akan tampil,” ungkapnya.
Para anggota muda ini merupakan pelajar dari berbagai sekolah yang selama ini aktif berlatih dan mengembangkan kreativitas seni sastra. Bahkan salah satu anggota memiliki kemampuan khusus dalam mempelajari bahasa isyarat untuk mendukung pertunjukan inklusif tersebut.
Dalam kegiatan ini, panitia juga mengundang berbagai kalangan untuk hadir dan meramaikan acara. Mulai dari seniman, organisasi masyarakat, sekolah, hingga komunitas seni.
“Kami mengundang para seniman, organisasi masyarakat, sekolah-sekolah, juga komunitas seperti Persatuan Pemain Film. Undangan sudah mulai kami kirimkan dan persiapan acara juga sudah berjalan,” jelas Yoga.
Panitia kegiatan sendiri dipimpin oleh anggota muda Sanggar Seni Samudra yang masih duduk di bangku sekolah menengah atas. Meski masih pelajar, mereka disebut sudah cukup berpengalaman dalam mengelola kegiatan seni.
“Ketua panitia dari anak SMA, tapi mereka sudah terbiasa mengelola kegiatan. Jadi persiapan mulai dari setting acara sampai undangan sudah mereka siapkan,” katanya.
Melalui Tadarus Sastra Ramadan ini, Sanggar Seni Samudra berharap kegiatan sastra dapat menjadi sarana refleksi spiritual sekaligus ruang kreativitas bagi generasi muda.
“Harapannya kegiatan ini bisa menjadi ruang berkumpulnya para pegiat seni dan masyarakat untuk menikmati sastra yang bernuansa religi, sekaligus memberi ruang bagi generasi muda untuk berekspresi,” pungkas Yoga.
Sementara itu Ketua Panitia Odi Mahardika yang juga Ketua Teater di SMA 4 Purwokerto mengungkapkan, ia telah melakukan berbagai persiapan teknis dan non teknis.
” Insya Alloh acara nanti malam berlangsung seru, kami dari panitia sudah melakukan persiapan persiapan yang diperlukan, ” ungkapnya