PURWOKERTO – Pertumbuhan ekonomi tidak lepas dari kebijakan pemerintah. Hal itu dapat tercermin dari kebijakan fiskal baik tingkat nasional maupun daerah.
Bagi industri perhotelan kebijakan pemerintah bisa menjadi kunci ampuh untuk menggerakkan roda ekonomi.
Hal itu pula yang kini dinanti bagi para pelaku industri perhotelan.
Pada kesempatan bincang potensi ekonomi dan pariwisata di Purwokerto bersama Gerhard Lahallo General Manager Meotel Purwokerto mengungkapkan, Banyumas khususnya Purwokerto memiliki potensi besar.
Namun potensi itu belum sepenuhnya terserap maksimal. Pasalnya ia melihat masih perlunya dukungan kebijakan pemerintah yang tepat sasaran.
Menurutnya bagi pelaku industri perhotelan, selain fokus pada tingkat hunian, hotel juga menyasar bisnis Mice.
MICE Industry (Meetings, Incentives, Conventions, and Exhibitions) adalah sektor pariwisata bisnis yang fokus pada perencanaan dan penyelenggaraan pertemuan, perjalanan insentif, konferensi, dan pameran profesional. Industri ini menggerakkan ekonomi melalui kunjungan kelompok besar, penggunaan akomodasi, serta menciptakan lapangan kerja di bidang perhotelan dan jasa.
Meetings (Pertemuan): Rapat bisnis atau pelatihan yang melibatkan sekelompok orang.
Incentives (Insentif): Perjalanan wisata sebagai hadiah dari perusahaan atas kinerja karyawan.
Conventions/Conferences : Pertemuan besar, seminar, atau kongres asosiasi/profesional.
Exhibitions (Pameran): Kegiatan pameran dagang untuk mempromosikan produk atau layanan.
Dampak Ekonomi: Wisatawan MICE biasanya menghabiskan uang 7 kali lebih banyak daripada wisatawan biasa.
Pariwisata Bisnis: Mendorong pertumbuhan destinasi dan bisnis lokal.
Profesional: Peserta umumnya adalah profesional dan pengusaha, yang sering diadakan saat low season.
Menurut Joss panggilan akrab Gerhard Lahallo, selain Eksperience pengunjung juga akan mencari destinasi yang tepat.
Untuk itu pihaknya juga mendukung kebijakan pemerintah terkait adanya pembukaan akses jalan Tol dari Pejagan Brebes hingga Cilacap.
” Jika akses tol sudah terbuka maka ekonomi banyumas makin tumbuh, tak terkecuali bisnis perhotelan di Purwokerto, ” ujarnya.
Krmudian yang kedua, ia juga mendukung jika pemerintah hendak menciptakan objek wisata semacam mini safary. Ini akan menjadi Destinasi baru yang banyak diimpikan.
” Jadi selain jadi destinasi, warga Barlingmascakeb juga tak perlu jauh jauh ke Bogor atau Prigen di Jawatimur, ” terangnya.
Sebagai upaya menjaga citra pariwisata yang ramah, ia mengaku meningkatkan komunikasi dengan para pelaku industri perhotelan.
Hal itu penting untuk menjaga tarif yang ideal, kompetitif dan tetap ramah. Dengan demikian kue pertumbuhan tidak hanya dinikmati sesaat, namun bisa dinikmati menjadi berkah berkepanjangan.
Purwokerto sebagai kota bisnis, jasa, pendidikan dan hiburan dinilai layak untuk terus tumbuh. Tentu halbitu juga sangat tergantung dari kebijakan pemerintah yang tepat.