Kemenag dan Baznas Banyumas Siapkan Komunitas Media Santri, Lahirkan Kreator Konten Dakwah Digital

 

BANYUMAS, purwokerto.info – Pelatihan Media Digital untuk Santri Banyumas yang digelar Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kabupaten Banyumas bersama Baznas Banyumas tidak berhenti pada transfer ilmu semata. Sebagai tindak lanjut, para peserta yang berasal dari berbagai pondok pesantren akan dihimpun dalam sebuah Komunitas Media Santri Banyumas sebagai wadah belajar, berkolaborasi, dan memproduksi konten dakwah secara berkelanjutan.

Pelatihan yang berlangsung di MAN 2 Banyumas itu diikuti 50 santri perwakilan pondok pesantren se-Kabupaten Banyumas. Kegiatan dibuka oleh Kepala Kankemenag Banyumas, Dr. H. Ibnu Asaduddin, M.Pd, serta dihadiri Ketua Baznas Banyumas Hj. Khasanatul Mufidah, Ketua IV Baznas Banyumas KH Abdul Qodir, dan jajaran Kementerian Agama.

Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) Kankemenag Banyumas, H. Faisal Reza, mengatakan pelatihan ini menjadi langkah awal membangun ekosistem media digital di lingkungan pesantren. Menurutnya, kemampuan membuat konten positif perlu terus diasah melalui pendampingan dan jejaring antarpesantren.

“Kami ingin pelatihan ini tidak selesai ketika peserta pulang. Ke depan kami akan mendorong terbentuknya Komunitas Media Santri Banyumas sebagai ruang belajar bersama, berbagi karya, dan saling menguatkan dalam mengembangkan media pesantren,” ujar Faisal Reza.

Materi pelatihan dipandu Direktur Media Morphosis, Rujito, M.Sos, bersama Edi Aprilianto dari Tim Media Baznas Banyumas. Peserta dibekali pemahaman mengenai perkembangan media digital, perubahan perilaku audiens, serta praktik membuat desain grafis dan video pendek yang menarik untuk media sosial.

Menurut Rujito, tantangan terbesar setelah pelatihan bukan lagi soal kemampuan teknis, melainkan menjaga konsistensi berkarya. Karena itu, keberadaan komunitas dinilai menjadi faktor penting agar para santri memiliki ruang untuk terus belajar dan saling memberikan motivasi.

“Banyak pelatihan menghasilkan peserta yang hebat saat kegiatan berlangsung, tetapi berhenti berkarya setelah pulang. Karena itu diperlukan komunitas sebagai rumah bersama. Di sanalah mereka bisa berdiskusi, berkolaborasi, saling mengulas karya, dan tumbuh menjadi kreator konten dakwah yang profesional,” kata Rujito.

Selain mengikuti sesi teori, para santri juga mempraktikkan pembuatan desain konten dan produksi video menggunakan perangkat yang sederhana namun sesuai dengan kebutuhan media digital saat ini. Pendekatan praktik tersebut diharapkan memudahkan peserta menerapkan ilmu di pesantren masing-masing.

Melalui sinergi Kankemenag Banyumas, Baznas Banyumas, dan Media Morphosis, pelatihan ini diharapkan menjadi awal lahirnya jaringan media santri yang aktif memproduksi konten edukatif, inspiratif, dan menyejukkan. Kehadiran komunitas tersebut sekaligus menjadi langkah strategis untuk memperkuat dakwah Islam melalui ruang digital dengan melibatkan generasi muda pesantren sebagai pelaku utamanya.