PURWOKERTO – Lembaga Takmir Masjid Nahdlatul Ulama (LTMNU) Kabupaten Banyumas membekali 100 takmir masjid dengan pengetahuan manajemen masjid modern melalui kegiatan Sosialisasi Manajemen Masjid di Aula PCNU Banyumas, Sabtu (24/10/2026).
Kegiatan yang berlangsung sejak pagi hingga sore tersebut bertujuan meningkatkan profesionalitas pengurus masjid, terutama dalam tata kelola kelembagaan, administrasi, dan pemanfaatan teknologi digital.
Ketua LTMNU Kabupaten Banyumas, Prof. Dr. Eng. H. Imam Tahyudin, M.M., mengatakan sosialisasi ini sekaligus menjadi persiapan Lomba Profil Masjid se-Kabupaten Banyumas dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional (HSN) 2026.
Menurutnya, penggunaan aplikasi Manajemen Masjid Cerdas (MMC) menjadi bagian penting dalam mendorong pengelolaan masjid yang lebih tertib dan terdata.
“Aplikasi MMC menjadi instrumen penting. Semua data masjid, mulai dari kepengurusan, kegiatan, hingga keuangan, harus terinput secara valid,” ujar Prof. Imam.
Materi sosialisasi mencakup strategi manajemen masjid, mekanisme pengisian data melalui aplikasi MMC, serta praktik langsung penginputan data dengan pendampingan tim LTMNU Banyumas.
Sekretaris LTMNU Banyumas, Yazid Bastomi, S.T., menjelaskan peserta dibagi menjadi dua sesi untuk memudahkan pelaksanaan kegiatan. Sesi pagi berlangsung pukul 08.00–11.00 WIB dan diikuti perwakilan MWCNU Kembaran, Purwokerto Timur, Banyumas, Somagede, Sumpiuh, dan Tambak.
Sementara itu, sesi sore pada pukul 13.00–16.00 WIB diikuti perwakilan MWCNU Jatilawang, Purwojati, Kebasen, Gumelar, dan Purwokerto Utara.
Selain mendorong digitalisasi administrasi, LTMNU Banyumas juga mengajak masjid-masjid di lingkungan Nahdlatul Ulama untuk mengembangkan layanan transaksi non-tunai, termasuk menyediakan rekening resmi dan fasilitas pembayaran infak melalui Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).
Prof. Imam mengatakan, LTMNU siap memfasilitasi pembuatan QRIS melalui kerja sama dengan perbankan syariah agar jamaah memiliki pilihan yang lebih praktis untuk menyalurkan infak.
“Zaman sekarang infak tidak harus lewat kotak amal. Cukup scan QRIS dari HP, jamaah sudah bisa berinfak. Karena itu kami siap fasilitasi pembuatannya bekerja sama dengan perbankan syariah,” pungkasnya.