1.000 Santri dan Pelajar Peringati Hari Santri 2026 di Kedungbanteng

BANYUMAS – Sekitar 1.000 santri dan pelajar mengikuti upacara peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 tingkat Kecamatan Kedungbanteng di Lapangan Desa Karangsalam Kidul, Kamis (22/10/2026). Kegiatan yang diselenggarakan Panitia HSN MWCNU Kedungbanteng tersebut mengusung tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”.

Peserta upacara terdiri atas santri pondok pesantren, pelajar, tenaga pendidik, badan otonom Nahdlatul Ulama (NU), serta berbagai organisasi kemasyarakatan. Kegiatan ini juga dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), pengurus MWCNU Kedungbanteng, kepala desa, kepala sekolah, dan perwakilan lembaga pendidikan serta pondok pesantren.

Camat Kedungbanteng, Didit Hermawan, S.Sos., bertindak sebagai inspektur upacara. Sementara itu, komandan upacara dipercayakan kepada Oter Qolyubi dari Banser, sedangkan doa dipimpin Kepala KUA Kecamatan Kedungbanteng.

Petugas upacara melibatkan siswa SMK Diponegoro Kedungbanteng, MTs Ma’arif NU Kedungbanteng, serta kader PAC IPNU, PAC IPPNU, dan PAC GP Ansor Kedungbanteng.

Dalam amanatnya, Didit membacakan pesan Menteri Agama Republik Indonesia yang menekankan pentingnya menjaga semangat kesantrian, memperkuat komitmen kebangsaan, serta meneruskan perjuangan ulama dan santri dalam mengabdi kepada agama, masyarakat, dan negara.

Didit juga mengapresiasi panitia HSN MWCNU Kedungbanteng yang telah menyelenggarakan kegiatan tersebut. Ia berharap kebersamaan dan silaturahmi antarunsur masyarakat terus terjaga serta para santri dan pelajar tumbuh menjadi generasi berilmu, berakhlak mulia, dan bermanfaat bagi bangsa.

Peringatan Hari Santri tahun ini turut dimeriahkan penampilan tim obade dari siswa MTs Ma’arif NU Kedungbanteng. Mereka membawakan lagu Ya Lal Wathan, Hari Santri, dan Ayo Mondok yang menambah semangat peserta dalam mengikuti rangkaian kegiatan.

Setelah upacara, panitia menyerahkan penghargaan kepada para pemenang sejumlah perlombaan tingkat Kecamatan Kedungbanteng. Penghargaan diberikan untuk kategori Liga Santri Mini Soccer, profil masjid, profil pondok pesantren, serta suporter terbaik Liga Santri Mini Soccer.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan defile peserta dari pondok pesantren, lembaga pendidikan, badan otonom NU, dan organisasi kemasyarakatan lainnya.

Melalui peringatan Hari Santri Nasional 2026, panitia berharap sinergi antara pemerintah, Nahdlatul Ulama, pondok pesantren, lembaga pendidikan, dan masyarakat semakin kuat dalam mendukung pendidikan serta pembinaan generasi muda.

Tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas” diharapkan tidak berhenti sebagai slogan, tetapi diwujudkan melalui pengabdian, persatuan, pendidikan, dan kontribusi nyata bagi bangsa dan negara.