CILACAP – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Universitas Komputama (UNIKMA) Cilacap di level nasional. Mahasiswa bernama Firdaus Sari Asta sukses meraih Juara 2 Nasional dalam ajang bergengsi Indonesia Green Jobs Initiative Competition 2026 yang digelar Inovasi Muda berkolaborasi dengan Universitas Ciputra.
Kompetisi bertema *“Green Innovation for Indonesia’s Future Economy”* itu diikuti lebih dari 300 greenpreneur muda dari berbagai daerah di Indonesia. Peserta berasal dari sejumlah perguruan tinggi ternama seperti BINUS University, Universitas Brawijaya, Institut Pertanian Bogor (IPB), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), hingga berbagai kampus unggulan lainnya.
Setelah melalui proses seleksi dan kurasi ketat, hanya 10 tim terbaik yang berhak melaju ke babak grand final. Dalam tahap penentuan tersebut, tim asal UNIKMA Cilacap yang dipimpin Firdaus berhasil mencuri perhatian dewan juri lewat inovasi bisnis hijau berbasis pemberdayaan lingkungan dan masyarakat.
Capaian tersebut menjadi catatan penting bagi Universitas Komputama karena mampu bersaing sejajar dengan kampus-kampus besar nasional dalam bidang inovasi berkelanjutan dan green entrepreneurship.
Firdaus mengatakan penghargaan yang diraih bukan semata soal trofi atau gelar juara, melainkan pembuktian bahwa mahasiswa daerah juga mampu menghadirkan inovasi berdampak nyata bagi masyarakat dan lingkungan.
“Ajang ini menjadi bukti bahwa anak muda tidak hanya bisa mencari pekerjaan, tetapi juga mampu menciptakan peluang kerja berkelanjutan melalui inovasi yang berdampak bagi lingkungan dan masyarakat,” ujar Firdaus, Kamis (7/5/2026).
Ajang Indonesia Green Jobs Initiative Competition 2026 sendiri merupakan bagian dari flagship initiative *Green Jobs Impact* yang bertujuan melahirkan generasi muda pencipta lapangan kerja hijau di Indonesia. Penilaian kompetisi tidak hanya berfokus pada model bisnis, tetapi juga dampak sosial, keberlanjutan usaha, kontribusi terhadap lingkungan, hingga potensi penciptaan lapangan kerja hijau.
Sulap Limbah Gedebok Pisang Jadi Produk Bernilai Ekonomi
Keberhasilan Firdaus tak lepas dari inovasi bisnis yang diusungnya melalui usaha bernama Bana Sentra atau Klobot Art. Ia mengangkat konsep pengolahan limbah pertanian berbasis kearifan lokal dengan memanfaatkan gedebok atau pelepah pisang yang selama ini kerap dianggap sampah.
Di tangan Firdaus, limbah tersebut diolah menjadi berbagai produk kerajinan bernilai ekonomi tinggi seperti hampers eksklusif, dompet, sampul buku, tempat kartu nama hingga gantungan kunci.
Konsep bisnis tersebut mendapat apresiasi tinggi dari dewan juri karena dinilai mampu menggabungkan semangat technopreneurship dengan model social enterprise yang berkelanjutan.
Tak hanya berdampak terhadap pengurangan limbah lingkungan, usaha tersebut juga membuka ruang pemberdayaan masyarakat melalui kerja sama produksi bersama warga lokal dan pondok pesantren di wilayah Cilacap.
Wakil Rektor Universitas Komputama, Kusnana M.Kom, menyebut prestasi tersebut sebagai kebanggaan besar bagi kampus dan menjadi bukti bahwa mahasiswa daerah memiliki daya saing nasional.
“Prestasi luar biasa yang diraih oleh saudara Firdaus Sari Asta adalah bukti nyata bahwa keterbatasan geografis bukan penghalang bagi inovasi yang melampaui batas,” katanya.
Menurut Kusnana, keberhasilan berdiri di podium juara bersama kampus-kampus besar seperti IPB, ITS, dan BINUS menunjukkan kualitas pemikiran dan semangat entrepreneurship mahasiswa UNIKMA sudah berada pada level nasional.
“Semoga pencapaian ini menjadi pemantik api semangat bagi mahasiswa Komputama lainnya. Jangan pernah ragu untuk berkompetisi dan berinovasi. Firdaus telah membuktikan bahwa dari Cilacap, kita bisa mewarnai masa depan ekonomi hijau Indonesia,” tegasnya.
Prestasi tersebut diharapkan menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk lebih berani membangun bisnis berkelanjutan yang tidak hanya mengejar keuntungan ekonomi, tetapi juga memberikan solusi nyata bagi persoalan lingkungan dan sosial di masyarakat.