Fatayat NU Purwokerto Lor Pilih Antar Santunan Door to Door, Jaga Martabat Anak Yatim dan Dhuafa

PURWOKERTO, purwokerto.info – Berbagi tak selalu harus dilakukan di atas panggung atau di hadapan banyak orang. Prinsip itulah yang dipegang Pimpinan Ranting (PR) Fatayat NU Purwokerto Lor saat menyalurkan santunan kepada anak yatim dan kaum dhuafa dengan cara mendatangi langsung rumah masing-masing penerima.

Metode door to door dipilih agar bantuan tidak sekadar meringankan kebutuhan ekonomi, tetapi juga menjaga perasaan dan martabat para penerima. Dengan cara tersebut, anak-anak yatim maupun keluarga dhuafa dapat menerima santunan dalam suasana yang lebih hangat, nyaman, dan penuh kekeluargaan.

Ketua PR Fatayat NU Purwokerto Lor, Umi Azizah, mengatakan bahwa kepedulian sosial harus dibarengi dengan penghormatan terhadap harkat dan martabat sesama. Menurutnya, kebahagiaan penerima menjadi bagian penting dari tujuan berbagi.

“Kami ingin berbagi dengan tetap menjaga perasaan dan martabat anak-anak yatim serta kaum dhuafa. Semoga santunan ini membawa keberkahan sekaligus menjadi penguat tali silaturahmi antara Fatayat NU dengan masyarakat,” ujarnya.

Santunan disalurkan langsung oleh jajaran pengurus Fatayat NU ke rumah-rumah penerima. Selain menyerahkan bantuan, mereka juga menyempatkan diri bersilaturahmi, berbincang, dan memberikan dukungan moral kepada keluarga yang dikunjungi. Suasana akrab tersebut menjadi nilai lebih yang tidak selalu didapat melalui penyaluran bantuan secara seremonial.

Ketua PAC Fatayat NU Purwokerto Timur, Dewi Erla Mahmudah, mengapresiasi langkah yang dilakukan PR Fatayat NU Purwokerto Lor. Menurutnya, pola penyaluran seperti ini mencerminkan nilai-nilai Islam yang mengedepankan kasih sayang, empati, serta penghormatan terhadap sesama manusia.

“Semangat berbagi yang dilakukan Fatayat NU Purwokerto Lor merupakan wujud nyata kepedulian sosial sekaligus implementasi ajaran Islam rahmatan lil ‘alamin. Semoga menjadi inspirasi bagi banyak pihak untuk terus menebar manfaat dengan penuh empati dan memuliakan sesama,” tutur Dewi.

Melalui kegiatan tersebut, Fatayat NU Purwokerto Lor berharap budaya gotong royong dan kepedulian sosial terus tumbuh di tengah masyarakat. Bagi mereka, nilai sebuah santunan bukan semata terletak pada besar kecilnya bantuan, melainkan pada ketulusan menghadirkan kebahagiaan, menjaga kehormatan penerima, dan mempererat ukhuwah antarsesama.