BANYUMAS – Sebanyak 53 santri mengikuti Malam Bina Iman dan Taqwa (MABIT) Santri Gen Z Madrasah Al Ittihaad 2 Pasir Lor dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah, Senin–Selasa (15–16/06/2026).
Upacara pembukaan dan penutupan dilaksanakan di halaman madrasah dengan pembina upacara Kepala Madrasah, Ustaz Jamil, serta dihadiri Ketua Pengurus Madrasah KH. M. Ali Sosikin (Mbah Sod), pengurus, guru, tenaga tata usaha, panitia, dan seluruh peserta.
Dalam amanatnya, Ustaz Jamil mengajak santri menjadikan momentum hijrah sebagai sarana memperkuat iman, akhlak, disiplin, dan tanggung jawab.
“Jadilah santri yang rajin mengaji, hormat kepada guru dan orang tua, serta mampu menjadi teladan di mana pun berada,” pesannya.
Sepanjang malam, peserta mengikuti tadarus Al-Qur’an, materi keislaman, muhasabah, qiyamul lail, pembinaan karakter, dan berbagai lomba edukatif. Seluruh hadiah lomba langsung diberikan di lokasi untuk menambah semangat dan kegembiraan peserta.
Pada pukul 01.45 WIB, kegiatan mendapat kehormatan dengan hadirnya Dr. H. Ibnu Asaddudin, S.Ag., M.Pd., Kepala Kementerian Agama Kabupaten Banyumas, bersama rombongan pecinta ziarah dan silaturahmi.
Kehadiran beliau disambut langsung oleh Ustaz Jamil dan KH. M. Ali Sosikin (Mbah Sod), dan Panitia.
Dalam kesempatan tersebut, H. Ibnu menyampaikan apresiasi kepada keluarga besar Madrasah Al Ittihaad 2 Pasir Lor yang terus berkomitmen membina generasi muda melalui kegiatan keagamaan dan pembentukan karakter.
“Saya mengapresiasi seluruh pengurus, guru, tenaga kependidikan, dan panitia yang telah menghadirkan kegiatan luar biasa ini. Teruslah mendidik generasi Qur’ani yang berilmu, berakhlak, dan berintegritas,” ujarnya.
Usai Salat Subuh, peserta melaksanakan ziarah ke makam Syekh Maqdum Wali dengan berjalan kaki sekitar 4–5 kilometer sambil melantunkan Shalawat Nariyah. Tahlil dan shalawat dipimpin Ustaz Kholid, sedangkan doa dipimpin Gus Rahmat. Seluruh rangkaian kegiatan dipandu Ning Anis dengan penuh semangat dan keceriaan.
Dalam MABIT tersebut juga terpilih M. Nenal GH. Yuniar sebagai Jenderal MABIT yang didampingi empat kapten, yaitu Desta Bagus, Fifian Fajar Febrina, Sarifah Balqis, dan Shofiya. Sementara kebutuhan konsumsi selama kegiatan dilayani oleh Ramelan beserta istri.
Ketua Panitia Fajar Setyo Aji menyampaikan rasa syukur atas kelancaran seluruh kegiatan.
“Alhamdulillah seluruh peserta sehat wal afiat. Bahkan saat penutupan mereka kompak meminta agar MABIT berikutnya dilaksanakan lebih lama karena kegiatan ini sangat berkesan, menambah ilmu, memperkuat ukhuwah, dan membangkitkan semangat mengaji,” ungkapnya.
Pertama di Banyumas, bisa jadi di Indonesia, selesai upacara penutupan, menjelang kepulangan santri, seluruh peserta berjabat tangan dengan kepala madrasah, pengurus, guru, tata usaha, dan panitia. Sebanyak 40 santri menerima uang saku amanah dari H. Ibnu Asaddudin, sedangkan 13 santri lainnya menerima uang saku dari panitia, serta amanah titipan salam dari keluarga besar madrasah dan Kepala Kemenag Banyumas, juga ucapan terima kasih.
Kegiatan ditutup dengan foto bersama penuh kehangatan. Di tengah lantunan shalawat dan ungkapan syukur, para santri pulang membawa lebih dari sekadar kenangan. Mereka pulang membawa ilmu, integritas, persaudaraan, dan semangat baru untuk menjadi generasi Qur’ani yang rajin mengaji, berakhlakul karimah, serta bermanfaat bagi agama, bangsa, dan masyarakat.