Komunitas Ruang Hidup Hadirkan Art Therapy sebagai Ruang Aman Ekspresi Emosi Melalui Seni Pertama di Purwokerto.

PURWOKERTO — Di tengah meningkatnya kesadaran akan pentingnya kesehatan mental, hadir sebuah ruang aman bernama Komunitas Ruang Hidup yang menjadikan seni sebagai media penyembuhan emosional dan tempat berbagi cerita kehidupan.

Komunitas ini pertama kali dibangun oleh Eka Risma,S.Ds., M.I.Kom. pada Maret 2025 di Kota Purwokerto sebagai bentuk kepedulian terhadap isu mental health yang semakin dekat dengan kehidupan masyarakat, khususnya generasi muda. Melalui pendekatan art therapy, Komunitas Ruang 

Hidup menghadirkan ruang bagi siapa saja yang merasa lelah, kehilangan tempat bercerita, maupun kesulitan mengekspresikan emosinya.

Mengusung konsep “seni sebagai media stress release”, setiap peserta diajak menuangkan segala rasa, pikiran, dan pengalaman hidup ke dalam karya lukisan tanpa tuntutan harus menjadi seorang seniman. 

Dalam kegiatan ini, seni tidak dinilai dari bagus atau tidaknya hasil karya, melainkan dari keberanian seseorang untuk mengenali dan menyalurkan emosinya secara sehat.

Pendiri Komunitas Ruang Hidup, Eka Risma, menyampaikan bahwa komunitas ini lahir dari 

pengalaman eka Risma sendiri sebagai seorang seniman dengan karyanya tentang mental health, dan bukan tentang melihat masa lalu seseorang, melainkan tentang membuka kesempatan baru untuk pulih dan kembali menjadi manusia yang utuh.

“Kadang seseorang tidak membutuhkan nasihat panjang, mereka hanya butuh didengar dan diberi ruang untuk jujur dengan perasaannya. Lewat lukisan dan surat, kami ingin mereka tahu bahwa emosi 

mereka tetap berharga,” ujar Eka Risma.

Sejak berdiri pada Maret 2025, dengan anggota tim Eka Risma,S.Ds.,M.I.Kom (Founder komunitas Ruang Hidup & Art Specialist), Andika Kurniawan Pradana, S.Psi. (Praktisi SDM), 

Ismiyati Hanum, S.Ds., M.Ds.(Designer Grafis), Nining (Art Specialist), Yunan (Media), Farraz (Media), Faiz (Media), Rafin (Admin). Komunitas Ruang Hidup secara konsisten mengadakan 

berbagai kegiatan art therapy rutin yang terbuka untuk masyarakat umum. Kegiatan tersebut dikemas dengan suasana hangat, suportif, dan tanpa stigma, sehingga peserta dapat merasa lebih nyaman untuk mengenal dirinya sendiri.

Dalam perjalanannya, komunitas ini juga aktif menjalin kolaborasi dengan berbagai pihak. Salah satunya bersama UIN Saizu Purwokerto dalam kegiatan Workshop seni lukis sebagai media art therapy. Selain itu, Komunitas Ruang Hidup juga pernah berkolaborasi dengan Komunitas Growe Wonosobo untuk menghadirkan kegiatan seni reflektif bagi pekerja. 

Kolaborasi terbaru dilakukan bersama warga binaan Rutan Kelas IIA Yogyakarta melalui program art therapy melalui surat, para warga binaan diberikan ruang untuk menulis surat penuh perasaan yang nantinya dapat dikirimkan kepada keluarga mereka.

Surat tersebut menjadi bagian paling menyentuh dalam sesi terapi. Banyak warga binaan yang untuk pertama kalinya berani menuangkan rasa rindu, penyesalan, harapan, hingga permintaan maaf kepada orang-orang tercinta. Beberapa di antaranya menuliskan kerinduan kepada ibu, anak, pasangan, hingga keluarga yang sudah lama tidak mereka temui secara langsung.

Konsep art therapy yang dibawakan Komunitas Ruang Hidup berfokus pada emotional release atau pelepasan emosi secara sehat. Para peserta dibebaskan melukis warna, simbol, maupun bentuk apa pun yang menggambarkan isi hati mereka tanpa adanya penilaian benar atau salah. Hal ini dilakukan agar warga binaan dapat lebih nyaman mengenali emosinya sendiri.

Melalui kegiatan ini, seni dan tulisan bukan sekadar aktivitas kreatif, melainkan menjadi jembatan emosional yang membantu warga binaan memulihkan hubungan batin dengan dirinya sendiri maupun keluarganya.

Suasana kegiatan berlangsung penuh haru ketika para peserta mulai menuangkan emosinya ke atas 

kanvas dan lembar surat. Tidak sedikit warga binaan yang menangis saat menulis karena merasa akhirnya memiliki ruang untuk menyampaikan apa yang selama ini hanya disimpan di dalam hati.

“Saya sebagai Karutan Mengucapkan Apresiasi untuk ruang hidup, Dalam kegiatan telah membantu Warga binaan Pemasyarakatan Rutan jogja mengatasi tingkat strees yang diakibatkan dari proses 

persidangan dan penahanan selama di Rutan Jogja, selanjutnya kegiatan ini bisa menjadi terobosan kedepannya sebagai kegiatan diversifikasi bagi Warga Binaan Pemasyarakatan rutan jogja. dan harapannya bisa memberikan manfaat baik bagi petugas, warga binaan pemasyarakatan, keluarga, serta masyarakat.” Ujar Tri Agung Arianto Kepala Rutan Kelas IIA Yogyakarta

Kegiatan ini juga memberikan dampak positif bagi keluarga warga binaan yang rindu dan sudah lama tidak bertemu. Ucap salah satu keluarga warga binaan mengatakan,

“Hai kak, difoto ini ada suami aku lho. Terimakasih ya kak sudah sempat mengabadikan jadi tau kegiatan dia kak. Terimakasih banyak kak setidaknya rindu saya terobati karena belum sempat menjenguk.” ujarnya.

Hingga saat ini, Komunitas Ruang Hidup terus berkembang sebagai ruang sosial yang mengedepankan nilai kepedulian, welas asih, dan keberanian untuk saling mendengarkan. Melalui seni, komunitas ini ingin mengingatkan bahwa setiap orang berhak memiliki ruang untuk pulih, didengar, dan diterima 

apa adanya.

Dengan semangat “bertumbuh bersama”, Komunitas Ruang Hidup berharap dapat terus menjadi rumah bagi banyak orang yang sedang berproses dalam hidupnya, sekaligus memperluas edukasi tentang pentingnya menjaga kesehatan mental tanpa rasa takut maupun stigma sosial.